Apa Kabar Sulteng Emas ?

Sulteng Emas Mimpi Besar Sang Maestro

EDITORIAL, SULTENG EMAS1969 Dilihat

Untuk mewujudkan satu keping emas di PON tanpa pembinaan jangka panjang itu mustahil. Sudah terbukti berapa dekade Sulteng mengikuti PON dari tahun 1957 hingga sekarang pun paling banyak hanya menelorkan 2 emas tahun 1989, 1996 dan PON 2000.

Butuh waktu lama bagi seorang atlet berhasil meraih emas. Daerah yang olahraganya sudah maju, menggarap pembinaan atlet sejak usia dini. Paling cepat, berkaca dengan prestasi Jordan Yorry Moula, ia butuh waktu 4 tahun paling singkat mendobrak prestasinya dari 1 perunggu PON 1992 menjadi 2 emas PON 1996 dan 2 emas PON 2000.

Sementara di Sulteng, sangat jauh. Atlet dipanggil paling lama saat Puslatda 3 bulan menjelang PON. Itupun menuju Pra PON tidak ada biaya latihan mandiri.

Mutasi sebenarnya bukan hal awam di Indonesia. Di Jawa Barat, penjaringan atlet mereka meski terkesan curang, menjaring atlet terbaik di Indonesia dengan sistem kontrak atau mutasi. Dengan cara itu, Jawa Barat tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra pembinaan dari usia dini.

Nyatanya kasus mutasi ini bukan hanya di Jabar, tapi seluruh Provinsi di Indonesia bahkan Papua selaku tuan rumah PON yang banyak mengontrak atlet DKI saat PON 2021.

Namun setidaknya, daerah yang sudah ada pembinaan jangka panjang, mereka mudah mengatur masa depan olahraga mereka sendiri. Tanpa susah payah seperti di Sulteng yang atletnya harus mencangkul di tanah sendiri.

Lalu apa kabar Sulteng Emas saat ini?