PALU, sportz.id – Cabang olahraga judo salah satu yang mendapat kesempatan tampil pada ajang PON Bela Diri 2025 di Kudus, Jawa Tengah.
Tak terkecuali bagi tim judo Sulawesi Tengah (Sulteng) yang tengah mematangkan persiapan menjelang PON Bela Diri dibawah bimbingan Kombespol M Yudie Sulistio SIK, judoka peraih emas SEA Games 1995 Thailand.
Cabor judo sendiri memiliki sejarah panjang bagi Sulteng. Pada PON 1969, nama Joice Rumampuk berhasil mengharumkan daerah ini lewat torehan medali emas, yang hingga kini menjadi kebanggaan tersendiri.
Semangat juang itu kini kembali dihidupkan oleh para penerusnya di bawah asuhan Ipda Stephanus Anando, pelatih sekaligus mantan atlet PON yang kini menjabat sebagai Kanit Riksa 1 Subbid Provos Propam Polda Sulteng.
Anando menuturkan, pihaknya membawa lima atlet sesuai kuota yang diberikan.
Judoka Sulteng menjalani latihan intensif setiap malam guna menjaga performa dan kesiapan teknik menjelang keberangkatan ke Kudus.
Kelima judoka tersebut adalah: Made Aditya (kelas +100 kg putra), Fathin Athailah (kelas -100 kg putra), Abdul Halim (kelas -60 kg putra), Najwa Ufaira (kelas -70 kg putri) dan Ivana Kezia (kelas -52 kg putri)
Menariknya, di antara mereka terdapat dua kakak beradik, yakni Fathin Athailah dan Najwa Ufaira, yang juga merupakan atlet pelatnas sekaligus putra-putri dari Ipda Jusri Tandena, anggota Ditkrimsus Polda Sulteng.
“Kami terus berlatih keras dan fokus, latihan intensif malam hari untuk menjaga kondisi dan teknik. Ini menjadi momentum penting bagi judo Sulteng,” ujar Anando.
Ia pun mengapresiasi upaya KONI Sulawesi Tengah yang dipimpin Moh Fathur Razaq yang memberi kesempatan bagi cabang judo untuk ikut serta dalam PON Bela Diri tahun ini.
“Ini awal yang bagus untuk mengukur prestasi menuju PON 2028. Dari sini kami bisa melihat sejauh mana potensi atlet Sulteng bisa bersaing di level nasional,” tambahnya optimistis. (bar)
