CdM Pertama Porprov Morowali Rampung, Venue Ditarget Tuntas September

Sistem IT Porprov Morowali Mulai Disimulasikan, Data Atlet Terintegrasi

Sportz.id – Chef de Mission (CdM) pertama Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Tengah di Kabupaten Morowali usai, Jumat (7/5/2026).

Agenda tersebut dirangkaikan dengan peninjauan langsung sejumlah venue cabang olahraga (cabor) yang akan digunakan pada pelaksanaan Porprov pada 2-11 November 2026.

Direktur Eksekutif KONI Sulawesi Tengah, Muh Warsita SPd MM, mengatakan seluruh rangkaian kegiatan CdM pertama berjalan lancar dan menghasilkan sejumlah kesimpulan terkait kesiapan pelaksanaan Porprov di Morowali.

“Seluruh rangkaian CdM pertama sudah selesai. Pertama kami membahas pedoman umum, technical handbook (THB), kemudian melakukan peninjauan venue dari seluruh cabang olahraga yang akan dipertandingkan,” ujar Warsita saat dihubungi sportz.id.

Menurutnya, setelah peninjauan venue pada siang hingga sore hari, kegiatan dilanjutkan dengan diskusi bersama tim delegasi (TD), KONI kabupaten/kota, panitia pelaksana, serta Pemerintah Kabupaten Morowali yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Morowali dan Ketua KONI Morowali.

Dari hasil evaluasi lapangan, sejumlah venue disebut sudah hampir rampung. Bahkan beberapa fasilitas pertandingan telah mencapai progres pembangunan hingga 98 persen dan tinggal dilakukan pembenahan akhir.

“GOR Fonuasingko sudah sangat layak digunakan. Ada juga venue lain yang progresnya sudah 80 persen dan 70 persen. Harapannya seluruh venue selesai akhir September atau paling lambat Oktober,” jelasnya.

Ia optimistis seluruh fasilitas pertandingan dapat dituntaskan sebelum pelaksanaan technical meeting dan CdM kedua dilaksanakan.

“Insya Allah sebelum pelaksanaan DRM dan CdM kedua seluruh venue sudah selesai. Panitia pelaksana juga sudah menerima berbagai masukan dari TD dan KONI kabupaten/kota,” katanya.

Warsita menambahkan, selain kesiapan venue, pihak panitia juga telah memaparkan sistem teknologi informasi (IT) yang akan digunakan selama pelaksanaan Porprov. Dalam CdM tersebut, simulasi sistem pertandingan dan pendataan atlet juga telah diperkenalkan kepada seluruh KONI kabupaten/kota.

“Untuk pelaksanaan CdM terkait IT by system sudah dipaparkan keseluruhan, termasuk simulasi penggunaan akun yang sudah diberikan kepada KONI kabupaten/kota,” ungkapnya.

Sistem tersebut mencakup proses entry by sport, entry by name hingga entry by number yang akan menjadi basis data atlet Porprov Sulawesi Tengah.

Dengan sistem pendataan terintegrasi tersebut, seluruh data atlet dan hasil pertandingan nantinya akan terhimpun dalam satu sistem bersama KONI Provinsi Sulawesi Tengah.

“Data ini nantinya bisa digunakan KONI kabupaten/kota maupun pengprov cabang olahraga sebagai rujukan kegiatan olahraga, baik hasil pertandingan maupun sistem pertandingannya sehingga semuanya lebih sistematis,” tutup Warsita. (bas)