EDITORIAL – Tahun Politik, Olahraga Sulteng Makin Kesini Makin Kesana

EDITORIAL737 Dilihat

Pun kesiapan atlet menghadapi PON. Puslatda berakhir menyisakan 28 hari lagi menjelang pembukaan PON.

Bagi cabor, Puslatda ini putus di tengah jalan. Karena puslatda itu endingnya selesai lomba.

Seharusnya atlet sudah jelas berapa uang saku, serta dana taktis selama persiapan lomba atau pertandingan.

Pun saat berangkat nanti dan sampai di Aceh dan Medan, atlet tetap membutuhkan makanan, nutrisi, extra food. Sementara pelatih juga membutuhkan dana taktis untuk ini itu.

Jangan tanya apa yang dikorbankan pelatih Pengprov Cabor. Di daerah sekaya Sulteng, terjadi anomali, pelatih berkorban mengorbankan uang pribadi mereka bagi Sulteng.

Mereka membeli ekstra food, suplemen yang tidak ditanggung anggaran daerah. Pun try out juga pakai biaya mandiri. Itu belum dihitung ketika persiapan Prakualifikasi PON 2024.

Sementara Ketua Cabor pun pusing tujuh keliling, perjuangan mereka ternyata masih panjang soal dana. Dikira setelah meloloskan atlet ke PON semakin ringan benan, eh ternyata masih ada lagi.

Seharusnya setelah PON Papua, road map olahraga Sulteng menuju PON 2024 itu sudah matang.

Sebenarnya sudah matang, tapi ini tahun politik ya semuanya serba berubah dengan cepat. (*)