PALU, sportz.id – Wakil Ketua Harian PB Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jadi Rajagukguk membuka Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) ISSI Sulawesi Tengah di Swiss-Belhotel Palu, Sabtu (18/10). Jadi hadir mewakili Ketua Umum PB.ISSI Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si.,
Dalam sambutannya, Jadi menegaskan Musprovlub digelar untuk memilih Ketua Umum ISSI Sulteng yang baru. Ia berpesan agar figur yang terpilih bukan hanya memiliki komitmen dan kesiapan mental, tetapi juga siap secara finansial.
“Yang penting siap jiwa raga dan rohani, serta tebal dompetnya rela terkoyak demi olahraga,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.
Musprovlub dihadiri Sekretaris Umum KONI Sulteng Andi Nur B. Lamakarate, yang akrab disapa Anca. Dalam sambutannya, Anca menyampaikan bahwa di bawah kepemimpinan Ketua Umum KONI Sulteng Fathur Razaq, salah satunya fokus pada pembenahan organisasi.
Menurut Anca, ke depan tidak boleh ada pengprov tanpa atlet, atau cabang olahraga yang tidak memiliki pengurus kabupaten/kota.
“Minimal 50 persen plus satu harus terbentuk, supaya ke depan tidak muncul masalah anggaran. KONI ingin anggaran yang ada terserap maksimal ke cabor untuk peningkatan prestasi,” tegasnya.
Ketua Karteker ISSI Sulteng Helmy Umar menjelaskan, Musprovlub digelar karena kepengurusan sebelumnya belum sempat melaksanakan Musprov. Setelah penunjukan dirinya bersama Agustriono dan Chrisman L sebagai karteker, ISSI Sulteng menghadapi kendala tidak tersedianya anggaran operasional.
“Karena itu, kami sepakat menetapkan biaya pendaftaran calon sebesar Rp50 juta,” ungkap Helmy.
Namun, kebijakan itu membuat sejumlah figur yang sempat berminat akhirnya mundur. Setelah pendaftaran diperpanjang, akhirnya muncul satu nama, yaitu Tubagus Muhamad Firmansyah. Ia mendaftar pada 16 Oktober pukul 16.00, satu jam sebelum batas waktu penutupan.
Helmy mengungkapkan, Tubagus mendapat dukungan dan rekomendasi dari Ketua Umum KONI Sulteng Fathur Razaq. “Fathur sebenarnya berminat memimpin ISSI karena memang passion-nya di dunia sepeda, sampai turing ke luar negeri. Tapi karena aturan AD/ART tidak memungkinkan, beliau meyakini Tubagus bisa bersinergi dengan KONI untuk memajukan organisasi sport sepeda,” ujarnya.
Tubagus sendiri bukan nama asing di komunitas sepeda. Pria asal Morowali itu dikenal aktif sebagai pesepeda turing dan juga pernah menjadi atlet balap sepeda. Dengan dukungan luas dari komunitas dan KONI Sulteng, ia diharapkan mampu membawa ISSI Sulteng kembali aktif dan berprestasi. (Bar)
