Kejutan di Ring Full Contact: Noverheins Tagoe Tundukkan Atlet Silat Nasional di Prime Kumite Championship 3

SPORT SULTENG1210 Dilihat

JAKARTA, sportz.id – Gelanggang Olahraga (GOR) Soemantri Brodjonegoro menjadi saksi bisu pertarungan sengit dalam ajang Prime Kumite Championship Volume 3 yang digelar pada Minggu, 01 Februari 2026.

Pertarungan tingkat tinggi dengan mempertemukan para atlet profesional dari berbagai latar belakang bela diri menampilkan 13 laga, 26 petarung (warrior), dan 6 title fight perebutan sabuk, di mana ajang ini berada di bawah pengawasan ketat Komite Olahraga Beladiri Indonesia (KOBI).

Prime Kumite Championship Volume 3

Para petarung yang terlibat merupakan jebolan juara SEA Games, PON, hingga mereka yang berkarier di promotor internasional seperti Brave FC dan One Championship. Salah satu petarung (warrior) Sulawesi Tengah yang ikut dalam pertarungan tersebut adalah Noverheins Charismawan Tagoe yang bertarung di kelas Bantamweight (60 kg) dan berhadapan dengan M. Yachser Arafa asal DKI Jakarta.

Dalam laga tersebut, Noverheins membuat kejutan dengan memenangkan pertandingan melawan petarung terbaik. Pria berusia 33 tahun asal Morowali Utara ini tampil dominan di sudut merah. Menghadapi lawan tangguh di sudut biru, Yaser Arafah yang dikenal sebagai atlet pencak silat berprestasi di kancah Timnas SEA Games, Noverheins membuktikan bahwa ketangguhan mental dan fisik adalah kunci utama dalam arena full contact.

Pertarungan berlangsung selama 3 ronde penuh dengan durasi masing-masing 3 menit. Sejak bel pertama berbunyi, Noverheins langsung menekan dengan kombinasi serangan tajam. Meski Yaser Arafah memberikan perlawanan sengit khas teknik bela diri silat, disiplin pertahanan dan serangan balik yang presisi dari Noverheins berhasil mengumpulkan poin krusial di mata juri. Hingga ronde terakhir, tensi pertandingan tidak menurun. Noverheins akhirnya dinyatakan sebagai pemenang dengan kemenangan mutlak, sekaligus membuktikan kualitasnya sebagai salah satu real fighter di Indonesia.

“Saya merasa bangga karena bisa membawa nama camp saya, Mortal Camp, dan juga daerah saya ke tarung profesional, berbagi octagon dengan para legend. Apalagi kali ini saya bisa menang melawan Yachser yang juga seorang atlet silat Timnas. Semoga ke depannya saya bisa bertarung untuk perebutan sabuk kelas Bantamweight,” ujar Noverheins. (bar/*)