Startegi yang dilakukan yaitu pengenalan medan lebih awal. Tim paralayang Sulteng tiba lebih awal di Aceh untuk mengamati kondisi cuaca.
Meskipun parasut yang dipesan dari Eropa baru tiba H-2 perlombaan.
“Jadi tidak sempat dipakai lagi langsung dipakai bertanding saja payung cross country yang datang dari eropa tidak dipakai latihan sama sekali,” ujar Asgaf.
“betul-betul anugerah Tuhan takdir diberikan kita dan semangat anak-anak yang luar biasa,” ujar Asgaf.
Parasut yang baru tiba itu dipeluk saat tidur agar bisa menyatu dan terbawa mimpi. (bar)
