Bagi Nofeldi, semuanya adalah nikmat dan keberkahan dari Tuhan. Olehnya proses yang ada saat ini, akan ia syukuri dan nikmati.
“Karena cita-cita saya menjadi pelari profesional. Saat ini baru proses namun saya sangat bersyukur dengan segala yang ada,” kata Nofeldi.
Pun sekarang anak dari Karya Petingko (alm) dan Sartin Nurhaida Rantejandji (alm) membuktikan menjadi atlet profesional adalah keputusan yang benar.
“Sebelumnya ada yang bilang kalau karir saya akan tenggelam kalau saya sudah menikah. Justru setelah menikah karir saya makin bagus, performa saya makin meningkat. Istri dan keluarga saya makin memberikan saya dukungan,” ujar ayah dari Natashya Veolin Petingko.
Gambaran Nofeldi sebagai atlet Sulteng yang telah meninggalkan kampung halamannya menjadi atlet profesional menambah daftar atlet Sulteng yang berjaya sebagai olahragawan profesional, seperti Noval Kurniawan yang kini PNS di Jakarta, Witan Sulaeman, Fery Rotinsulu, Aspar Jaelolo alias Babon dan banyak lagi.
“Pesan saya untuk atlet Sulteng berani untuk berproses dan mampu melepas zona nyaman dan mampu melawan lingkungan yang berdampak merusak karir serta cita-cita,” ujar Nofeldi. (bar)
