Kisah Prada Heriyanto Bisa Raih Emas di PON dari Cabor Non Unggulan

PON 2024, SOSOK2260 Dilihat

Saat tiba di Aceh petanque mengalami kemorosotan moril. Dua nomor singel women dan doble men terlepas di babak penyisihan.

Brilin mengatakan adaptasi lapangan, uang saku belum cair, juga tidak ketemunya komunikasi pemain yang akhirnya buyar permainan mereka.

Faktor ketinggalan pesawat, naik bus selama 20 jam yang mengalamai bocor ban dua kali, juga sedikit mempengaruhi.

Sisa satu nomor tripel mix A, yang menjadi pertaruhan. Pulang dengan medali atau tidak.

Kalau tidak medali maka sia-sialah perjuangan bertahun-tahun. Dan momen PON kali ini tidak akan terulang lagi di PON berikutnya, diisi atlet yang sama dan nomor yang sama.

Tim pendamping dari kesatuan TNI, CdM, serta Kedatangan Humaedi selaku Sekum FOPI Sulteng menambah moril atlet petanque melakoni babak terakhir.

Apalagi yang ditunggu akhirnya cair juga, yakni uang saku.

Petanque Sulteng akhirnya berhasil meraih medali tertinggi di PON pertama kali yang diikuti.

Pecah tangis haru dan bahagia menyelimuti kontingen Sulteng ketika shooting dari Heri berhasil mementalkan bola lawan.

Perjuangan yang tidak menghianati hasil. Petanque menambah koleksi medali emas Sulteng.

Rekor 5 emas, raihan perlahan medali terbaik kontingen Sulteng selama mengikuti PON sejak 1957.

Heri mengisahkan satu rahasia yang membuatnya bangkit. Ia teringat orang tuanya.

“Doa orang tuaku yang selalu saya hadirkan di benakku yang membuat saya semngat,” kata Heri.

Prajurit yang pernah bertugas di Yonsipur Manado ini menunjukkan kebolehannya pada babak final yang disaksikan talent scout dari FOPI Pusat.

Harapan bisa mewakili Indonesia pada SEA Games 2026 mendatang memotivasi Heri bisa tampil bagus.

Satu alasan dia optimis ialah petanque cabor yang diisi atlet -atlet asli Sulteng. Nama Sulteng ada di pundak kalian cetak sejarah emas.

“Kalian adalah putra dan putri asli daerah buktikan bahwa cabor petanque adalah cabor yang diunggulkan di Sulteng harus emas. Itu motivasi yang selalu saya ingat dari Bapak Doktor Humaedi dan pelatih saya Andi Sultan Brilin

Hadirnya seorang Jenderal Petarung Brigjen TNI Dody Triwinarto menambah moril Heri makin ganas di arena.

“Beliau menjadikan saya seorang petarung di PON ini,” kata Heri. (bar)

Tim Petanque Sulteng PON 2024