Klarifikasi PASI Sulteng Soal Sandy, PASI Tidak Lalai Hak Atlet

SPORT SULTENG1386 Dilihat

Warsita juga menyoroti kurangnya intensitas Sandy dalam mengikuti program latihan yang diberikan oleh pelatih. Menurutnya, Sandy tidak selalu mengikuti latihan di lapangan Petobo dan hal ini dapat menghambat performanya.

“Dia saya dengar dari pelatihnya timbul tenggelam ikut pelatihan di lapangan Petobo, nah sekarang dia menuntut haknya, kewajibannya sendiri dia tidak penuhi,” kata Warsita.

Warsita menegaskan bahwa Pasi Sulteng tidak pernah lalai terkait hak atlet, termasuk bonus dalam berbagai kejuaraan. Ia juga meminta atlet untuk berlaku profesional dan menghindari kejuaraan tidak resmi untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pada prinsipnya kami tidak membenarkan bahwa kurang memberikan perhatian kepada atlet,” tandas Warsita.

PASI Sulteng termasuk Pengprov yang konsisten mengikutkan atlet ajang Kejurnas. Sandy termasuk deretan atlet yang mengikuti Kejurnas termasuk BK PON yang meloloskan nomornya ke PON.  Selama Kejurnas diberikan uang saku serta hak lain sebagai penunjang.

Sebelumnya, menjelang Pusatda PON 2024, Sandy mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah usai lolos PON. Sprinter Morowali ini mengeluhkan kebutuhan latihannya selama latihan mandiri.

“Kalau saya dibilang jarang latihan, saya latihan terus. Bisa ditanyakan ke pelatih saya,” ujar Sandy.

Pun soal ia harus mengikuti lari tarkam selama Ramadhan karena tidak punya biaya lagi untuk menunjang latihannya.

Sandy berharap dengan keluhannya itu bisa mendapatkan perhatian yang lebih menjelang PON Aceh-Sumut. (*)