PALU – Gubernur Sulawesi Tengah, Dr. H. Anwar Hafid, M.Si, memberikan tantangan kepada pengurus KONI Sulteng di bawah kepemimpinan Fathur Razaq.
Pada kesempatan yang langka, dihadiri langsung oleh bapak-anak saat menghadiri Kejurprov Bulutangkis Piala Gubernur 2025 di GOR Siranindi Palu, Senin (1/12), Anwar Hafid sang Bapak meminta KONI Sulteng BERANI mengambil terobosan.
“Besok KONI dilantik (hari ini), saya berharap KONI berani mengambil terobosan. Target kita Sulteng menjadi tuan rumah PON 2032. Harus ada roadmap prestasi yang dikomando KONI, peta jalan menuju prestasi itu,” tegas Gubernur.
Menurut Gubernur, KONI maupun KORMI itu selevel dengan Gubernur, sejajar atau sebagai mitra kerja Pemerintah Provinsi.
“KONI itu induk semua cabang olahraga prestasi di Sulteng. Saya sampaikan, KONI diberi tanggung jawab besar, termasuk soal pembiayaan. Pemerintah akan mendukung selama programnya jelas dan terukur,” ujar Anwar.
Ia bahkan membuka ruang kerja sama berbasis kontrak kinerja. “Gubernur kontrak dengan KONI berapa biayanya, asal bisa dilakukan dan targetnya jelas,” tambahnya.
Gubernur juga mendorong setiap cabang olahraga di Sulteng agar aktif menyelenggarakan kejuaraan nasional. Ia mencontohkan, Kejurnas Tinju dan Kejurnas Anggar yang sebelumnya sudah sukses digelar di Palu.
“Pokoknya minta saja. Insya Allah Pemda bantu. Kita ingin semakin banyak kejurnas di Sulteng,” katanya.
Dari sisi fasilitas, Anwar memastikan Pemprov Sulteng siap berinvestasi untuk kemajuan olahraga. Ia menargetkan percepatan pembangunan sarana olahraga, termasuk rencana pembangunan stadion baru di Kota Palu.
“Kalau semua lancar, tahun 2027–2028 kita bisa bangun stadion di Palu. Ini bagian dari komitmen kita,” ucapnya.
Gubernur menekankan bahwa olahraga tidak boleh lagi dipandang sebelah mata. Menurutnya, kemajuan daerah juga tercermin dari prestasi olahraga.
“Berani sehat itu termasuk bidang keolahragaan. Ke depan, olahraga harus dilihat sebagai bagian dari prestasi Sulteng. Pembangunan yang maju itu terlihat dari olahraganya karena olahraga itu gengsi dari suatu daerah kalau berprestasi,” tandas Anwar Hafid. (bar)
