Namun, setelah dilakukan mediasi antara KONI Kota Palu dan KONI Sulteng oleh KONI Pusat, disepakati bahwa rekomendasi caretaker ditarik kembali dan hasil Musorkot disahkan dengan Reynold Kasrudin sebagai Ketua Umum KONI Kota Palu.
“Jadi kami tegaskan bahwa tidak ada politisasi. Ini murni dinamika organisasi. Keputusan diambil agar tidak berlarut-larut karena dalam waktu dekat ada agenda pra-CDM dan Porprov,” tegas Helmy.
Sementara itu, Akram Agus mewakili KONI Kota Palu menyampaikan bahwa hubungan dan kerja sama antara KONI Kota Palu dan KONI Sulteng tidak pernah terputus.
“Polemik yang terjadi itu hal biasa dalam berorganisasi. Namun yang paling utama adalah bagaimana prestasi olahraga tetap menjadi prioritas,” ujarnya. (BAS)
