Atlet Butuh Pembinaan Jangka Panjang
Masyarakat berharap tren positif ini terus berlanjut dan ditindaklanjuti dengan pembinaan jangka panjang serta dukungan yang merata ke seluruh wilayah Sulteng.
Tak hanya soal sarana, pembinaan atlet juga dinilai belum dilakukan secara berkelanjutan.
Atlet maupun pelatih berharap ada sistem pembinaan jangka panjang, bukan sekadar menjelang kejuaraan.
“Kalau cuma dibina saat mau lomba, hasilnya tidak maksimal. Harus ada pelatih tetap dan program latihan rutin,” kata Yojo Qasim, pelatih karate di Kota Palu
Kurangnya kompetisi lokal juga menjadi perhatian. Minimnya turnamen antar sekolah, klub, dan daerah membuat banyak potensi atlet tidak terpantau dan kurang berkembang.
“Bakat anak-anak tidak terlihat kalau tidak ada ajang bertanding. Kompetisi lokal harus sering digelar,” ujar Mansur, penggiat olahraga di Tolitoli.
Senada juga disampaikan Januar Radjab, pelatih tenis di Kota Palu. “Sangat minim sekali kompetisi tenis lapangan yang khususnya melibatkan petenis junior di Sulteng,” kata Januar, petenis yang meraih medali perunggu PON 2000. (Bar)
