sportz.id— Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulawesi Tengah akan segera menggelar Musyawarah Provinsi Luar Biasa (Musprovlub) menyusul mundurnya Ketua Umum, Muh. Fathur Razaq.
Keputusan tersebut mencuat dalam Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pertina Sulteng yang digelar di Aula KONI Sulteng, Senin, diikuti pengurus kabupaten/kota secara daring maupun luring.
Mewakili jajaran pengurus, Sekretaris Pertina Sulteng Dr. Gunawan, S.Or., M.Or., AIFO, menyampaikan bahwa kekosongan kepemimpinan harus segera diisi demi menjaga stabilitas organisasi dan kesinambungan program pembinaan atlet.
“Dalam waktu dekat, Pertina Sulteng akan melaksanakan Musprovlub untuk menetapkan ketua definitif masa bakti 2025–2029,” ujar Gunawan selaku Plt Ketum Pertina Sulteng.
Mundurnya Fathur Razaq dari Ketum Pertina Sulteng sejalan dengan ketentuan dalam AD/ART KONI, yang mengatur bahwa jajaran Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) tidak diperbolehkan merangkap jabatan dalam organisasi cabang olahraga.
“Dari Pertina Sulteng mengapresiasi Fathur Razaq yang telah mendedikasikan terhadap olahraga tinju sehingga tinju di Sulteng berkembang. Meski terasa singkat, Fathur Razaq telah menginisiasi Kejurnas tinju yang berskala internasional di Palu, untuk mendobrak prestasi olahraga tinju dan menjadikan tinju di Sulteng dilirik oleh pertina Pusat,” kata Gunawan.
Selain membahas agenda organisasi, Rakerprov juga menyoroti program pembinaan atlet ke depan. Pertina Sulteng akan segera melakukan seleksi atlet elit dan pelatih sebagai bagian dari persiapan menghadapi PON cabang olahraga bela diri di Sulawesi Utara tahun 2026, sekaligus menjadi langkah awal menuju PON 2028.
Di sisi lain, sebanyak 12 pengurus kabupaten/kota dipastikan ambil bagian dalam Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) 2026 di Morowali. Ajang tersebut diharapkan menjadi wadah menjaring atlet potensial dari daerah.
Rakerprov juga diikuti para petinju muda, termasuk atlet binaan Smanor yang diproyeksikan menjadi tulang punggung prestasi tinju Sulawesi Tengah di masa mendatang. (bas)
