Menurut Edison, ada kurang lebih 50 cabor yang saat ini dinaungi KONI Sulteng. Karena itu, peluang Sulteng mengirimkan atletnya lebih banyak masih terbuka mengingat ada kurang lebih 20 cabor yang belum bertanding di babak kualifikasi PON.
Cabor sepak bola, biliar, catur, dayung, futsal, kick boxing, sepak takraw, layar, panahan dan taekwondo yang belum mengikuti BK PON. Cabor ini punya potensi lolos PON 2024.
Begitupun judo yang sementara mengikuti series BK PON, menunggu satu kali pertandingan memastikan BK PON. Sama dengan cabor renang yang menunggu pengumuman perenang lolos PON dari kualifikasi yang telah dieselenggarakan beberapa kali dari Januari 2023. Perenang Sulteng diantaranya perenang top Indonesia masuk dalam binaan Pokja Sulteng Emas.
Adapun cabor basket nomor 3×3 saat ini masih berada di Yogyakarta untuk merebut kuota lolos ke PON. Begitu juga OWS sementara mengikuti BK PON di Jawa Timur.
Di sisi lain Edison menjelaskan, gambaran cabor yang lolos dipastikan memecahkan rekor Sulteng selama ikut pagelaran multi cabang nasional empat tahunan. Sulteng kata wartawan senior olahraga ini, paling banyak pernah mengirim sebanyak 20 cabor pada PON Jawa Barat dan 18 cabor di PON Papua tahun 2021 .
“Mulai Oktober hingga beberapa bulan ke depan masih ada banyak cabor yang ikut BK PON. Dengan gambaran ini, estimasi saya paling tidak untuk PON Aceh-Sumut Sulteng bisa memecahkan rekor jumlah atlet, beserta nomor cabang olahraga yang dipertandingkan,” kata Edison. (bar/ap)
