Potensi 15 Emas dari Cabor Unggulan Lapis Dua, KONI Sulteng Finalisasi Atlet dan Pelatih Menuju PON 2028

PALU, spotz.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Salah satunya melalui rapat koordinasi bersama cabang olahraga (cabor) yang masuk kategori unggulan II dan III, dengan potensi raihan hingga 15 medali emas.

Rapat koordinasi tersebut dipimpin Ketua Harian KONI Sulteng Moh Ifan Taufan, didampingi Kabid Binpres Dr Gunawan, Kabid Organisasi Hendi Maratua Sagala, serta Wakil Ketua Umum Helmy Umar dan Dr Humaedi. Rakor  berlangsung di Aula KONI Sulteng, Selasa (7/4/2026).

Sebanyak 17 cabang olahraga mengikuti agenda rapat yang berfokus pada finalisasi atlet dan pelatih unggulan yang akan dipersiapkan menuju PON 2028.

Kabid Binpres KONI Sulteng, Dr Gunawan, menjelaskan bahwa setelah SK atlet dan pelatih selesai, tahapan berikutnya adalah peningkatan sumber daya manusia (SDM) yang dijadwalkan berlangsung pada Mei 2026 melalui berbagai skema pembiayaan.

Adapun cabang olahraga yang masuk kategori unggulan kedua meliputi dayung, triathlon, sepak bola, bola basket, pencak silat, catur, berkuda, bola tangan, futsal, soft tenis, judo, bulutangkis, tenis lapangan, kempo, wushu, dan kickboxing.

Dari sejumlah cabang tersebut, beberapa telah menyampaikan target capaian medali. Cabang dayung yang diwakili Sucipto dan Rio Riski menargetkan 15 atlet binaan lolos PON dengan dukungan empat pelatih.

Sementara cabang berkuda pacu menargetkan dua medali emas dari atlet lokal Sulawesi Tengah serta atlet binaan yang saat ini berlatih di Jawa Tengah, berdasarkan hasil kejuaraan nasional di Yogyakarta belum lama ini.

Cabang judo melalui pelatih Stevanus Anando menargetkan dua atlet lolos PON dengan target dua medali emas. Target serupa juga disampaikan cabang kempo yang membidik dua medali emas.

Cabang wushu menargetkan minimal satu medali perak, namun berpeluang meraih hingga empat emas apabila rencana mutasi atlet potensial dapat terealisasi. Sementara soft tenis juga menargetkan dua emas melalui skema mutasi atlet.

Begitu pun cabor bulutangkis yang menargetkan 1 medali emas yang akan mendatangkan atlet potensial nasional yang saat ini latihan di luar negeri.

Untuk cabang sepak bola, target yang dipatok adalah medali perak, sedangkan kickboxing menargetkan satu emas. Cabang tenis lapangan menargetkan kelolosan ke PON terlebih dahulu, dengan potensi meraih medali perunggu jika berhasil lolos.

Dalam rapat tersebut juga disampaikan bahwa beberapa cabang olahraga seperti triathlon, sportdance, softball, dan berkuda equestrian masih memiliki sejumlah kendala yang perlu dibenahi sebelum masuk tahap lanjutan program.

Selain finalisasi atlet, rapat juga menghasilkan sejumlah poin penting, di antaranya penerapan sistem promosi dan degradasi bagi atlet yang telah masuk dalam SK, penyusunan road map dan rencana aksi termasuk program try out serta training camp (TC) di dalam dan luar negeri.

Pengurus provinsi cabang olahraga juga diminta segera menerbitkan SK atlet dan pelatih unggulan, serta menyusun Rencana Anggaran Biaya (RAB) tahap kedua untuk mendukung program pembinaan menuju target masuk 10 besar pada PON 2028.

Untuk mendukung pembiayaan program, KONI Sulteng juga menyiapkan skema “bapak angkat” atau sponsorship. Skema tersebut mencakup dukungan pembiayaan honorarium atlet dan pelatih, pelaksanaan try out, training camp, serta pemenuhan kebutuhan perlengkapan pertandingan. (bas)