Palu, sportz.id — Komite Paralayang Indonesia salah satu Komite dibawah FASI Pusat, menggelar Seminar Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Wasit Juri Paralayang Nasional bertempat di Aula KONI Sulteng, Palu, pada 20–23 Juni 2025.
Kegiatan ini diikuti 24 peserta dari wilayah timur dan tengah Indonesia, termasuk dari Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Papua Selatan, dan Kalimantan Timur. Dan dibuka oleh Ketua Harian KONI Sulteng Edison Ardiles AIFO.
Ketua Paralayang Pusat Indonesia Asgaf Umar SPd MPd yang juga Sekum FASI Sulteng mengatakan seminar ini menjadi tonggak penting karena untuk pertama kalinya menggunakan silabus baru yang dirancang lebih mutakhir, mengikuti perkembangan dan regulasi terkini di dunia paralayang nasional maupun internasional.
“Ini adalah langkah maju agar SDM di bidang wasit, juri, atlet, dan pelatih lebih siap menjawab tantangan ke depan. Terutama di wilayah timur dan tengah Indonesia, di mana perangkat lomba bersertifikasi nasional masih sangat terbatas,” ujar Asgaf Umar.
Ketua Umum KONI Donggala ini menambahkan bahwa sebagian besar juri di wilayah ini masih mengantongi lisensi daerah. Oleh karena itu, seminar ini diharapkan bisa memaksimalkan potensi wilayah-wilayah tersebut dalam menyelenggarakan dan berpartisipasi dalam event nasional.
Kegiatan ini juga strategis menjelang tahun olahraga 2026, di mana hampir seluruh provinsi akan menggelar Pekan Olahraga Provinsi (Porprov).
Dengan adanya peningkatan kualitas juri dan perangkat lomba, wilayah peserta diharapkan bisa lebih siap dalam penyelenggaraan maupun partisipasi di event seperti Porprov, Pra-PON, bahkan PON.
Seminar ini menghadirkan narasumber dari Malaysia, Andika Untung Setiawan. Materi yang disampaikan mencakup pembaruan regulasi, penilaian teknis, dan praktik lapangan.
“Kami sangat mengapresiasi semangat peserta yang hadir. Tahun depan belum tentu seminar ini bisa kembali dilaksanakan di sini, jadi manfaatkan kesempatan ini dengan maksimal,” ujar Asgaf.
Asgaf berharap, dengan kegiatan ini, diharapkan kualitas SDM paralayang Indonesia, khususnya di wilayah timur dan tengah, semakin meningkat dan mampu bersaing di kancah nasional hingga internasional.
