Pendamping TNI dari Korem 132 Tadulako ini memberikan pendampingan tidak hanya menyangkut keamanan saja, tapi kenyamanan, serta segala keperluan tim sepak takraw selama di Aceh.
“Selama saya bisa kerjakan, saya kerjakan. Urusan transportasi, LO, apalai keamanan tim menjadi tanggung jawab saya,” kata Paembonan bersama wartawan selama penerbangan dari Medan-Jakarta-Makassar Palu, 21-22 September.
Ditugaskan sebagai pendamping baginya suatu kehormatan dan pengalaman baru.
Ia terkesan melihat permainan tim sepak takraw putra dan putri Sulteng hingga sampai ke babak semi final.
“Kita punya potensi, putri banyak pemain mudanya,” kata Paembonan.
“Tim putra kita hampir saja menang lawan Gorontalo, karena skor saat itu 14-11 dari game 15. Kalau menang kita peluang besar emas. Tapi sayang Gorontalo yang diperkuat Halim dan Hendra Pago mainnya bagus, selain mainnya bagus dia pintar juga,” ujar Said. (bar)
