Palu, sportz.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dr Reny A Lamadjido mengatakan komitmen pemerintah Sulteng meningkatkan anggaran KONI pada tahun berikutnya. Hal ini disampaikannya saat membuka Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) KONI Sulteng XV di Hotel Sutan Raja, Senin (15/9/2025).
“Untuk anggaran KONI 2026 akan ada peningkatan, karena KONI adalah salah satu wadah olahraga yang bergengsi. Insya Allah Sulawesi Tengah bisa meraih 10 besar. Ini harapan Pak Gubernur disampaikan kepada saya,” ujar Reny.
Reny yang juga putri dari Gubernur Sulteng Aziz Lamadjido, berharap KONI sebagai rumah besar cabang olahraga membawa prestasi yang lebih baik kedepan.
“Insya Allah siapa yang terpilih nanti bisa diterima lapang dada dengan hati yang besar,” pesan mantan Kadis Kesehatan Provinsi Sulteng ini.
Musprov KONI Sulteng dibuka Wagub dihadiri Wakil Ketua II KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Sudarmo, Kabid Organisasi KONI Pusat Mayjen TNI (Purn) Eko Budi Supriyanto dan Anggota DPRD Sulteng Dr. Hj. Vera Rompas Mastura, serta pengurus cabang olahraga se-Sulteng dan KONI kabupaten kota se Sulteng.
Sudarmo mengingatkan agar Musorprov berjalan tertib dan tidak kembali deadlock. Ia menyinggung kegaduhan pada Musorprov Juni lalu yang terhenti karena agenda raker tidak dijalankan. KONI Pusat kemudian memperpanjang kepengurusan KONI Sulteng selama enam bulan untuk memastikan tahapan dilaksanakan sesuai aturan.
“Karena semua sudah dilaksanakan, saya hadir dan berharap Musorprov ini tertib, aman, lancar, dan terkendali. Kalau sampai deadlock kembali, saya malu. Bukan hanya Sulteng yang tahu, tapi seluruh Indonesia tahu,” tegas Sudarmo.
Dalam sambutannya, Sudarmo juga memaparkan perkembangan prestasi olahraga Sulteng. Pada PON Riau, Sulteng berada di peringkat 30 dari 34 provinsi, kemudian PON Jawa Barat di posisi 32 dengan 4 perak dan 6 perunggu. Di PON Papua naik ke peringkat 29 dengan 1 emas, lalu melejit ke peringkat 18 dari 38 provinsi plus IKN pada PON 2024 Aceh–Sumut. Menurutnya, capaian itu lahir dari kerja sama yang baik, tata kelola yang baik, dan kerja harmonis.
Sementara itu, Ketua Umum KONI Sulteng M. Nizar Rahmatu AIFO menyampaikan bahwa pembentukan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) telah dilakukan secara demokratis sesuai hasil rapat kerja. Ia menegaskan, hanya pada era Presiden Soeharto dan Presiden Abdurrahman Wahid lahir Keppres yang melahirkan UU Keolahragaan Nasional.
“Artinya KONI sebagai wadah atau induk organisasi yang diakui negara, kita bertanggung jawab terhadap pembinaan prestasi dan multi event,” kata Nizar. (bar)
