Palu, sportz.id – Atlet paralayang junior asal Donggala, Muhammad Fadil (Siswa SMANOR Tadulako Palu), meraih juara 2 pada ajang Piala Panglima TNI 2025 yang digelar di Gunung Gajah, Salatiga, 7–9 September 2025. Kejuaraan ini mempertemukan puluhan atlet muda terbaik tanah air, mayoritas dari Jawa Timur dan Jawa Tengah.
Ketua KONI Donggala sekaligus Sekretaris Umum FASI Sulteng, Asgaf Umar SPd MPd AIFO, menyampaikan rasa syukurnya atas capaian tersebut.
“Alhamdulillah, Muh. Fadil juara 2 junior pada Kejuaraan Piala Panglima TNI di Salatiga. Hasil ini membuktikan bahwa meski berasal dari kampung di Donggala, Fadil mampu bersaing dengan atlet-atlet terbaik dari Jawa,” ujar Asgaf, Rabu (10/9).
Pada kejuaraan tersebut, Sulawesi Tengah mengirim dua atlet junior, yakni Muhammad Fadil dari Donggala yang finis di peringkat dua, dan Anugrah Febriansyah dari Parigi Moutong yang menempati posisi ke-13. Dari luar Jawa, hanya empat atlet yang ikut, masing-masing dua dari Sulteng dan dua dari Sulut.
Asgaf mengatakan, prestasi Fadil tidak lepas dari proses pembinaan yang panjang.
“Saya sudah mempersiapkan dia sejak dua tahun terakhir, sparing partnernya adalah para senior yang turun di PON. Catatan Fadil sejak tampil di Cakrawala Nusantara di Bukit Bunti Ede, Sigi, juga menunjukkan konsistensi dan kematangan dalam menguasai medan,” terangnya.
Menurut Asgaf, FASI Sulteng memang fokus menyiapkan bibit-bibit junior pasca PON 2024, yang nantinya akan bergabung bersama senior di PON 2028. Ia mengatakan pentingnya dukungan pembiayaan try out dan program latihan terukur untuk menjamin prestasi atlet di masa depan.
Persaingan di kategori junior sendiri berlangsung sangat ketat selama enam ronde. Tiga atlet teratas saling bergantian memimpin dengan selisih skor yang tipis. Dalam paralayang khususnya nomor ketepatan mendarat, skor terbaik terkecil mendanakan hasil terbaik dari tiap injakan kaki pada titik putih.
Raditra Rama Putra Wijaya dari Jawa Timur akhirnya keluar sebagai juara dengan total skor 13 (R1: 2, R2: 15, R3: 0, R4: 6, R5: 1, R6: 4). Fadil membuntuti di posisi kedua dengan total skor 20 (R1: 2, R2: 11, R3: 5, R4: 3, R5: 7, R6: 3). Sementara posisi ketiga ditempati Zulhusni Syahriza Yudha Hutama dari Jawa Tengah dengan skor 21 (R1: 3, R2: 3, R3: 1, R4: 10, R5: 10, R6: 4).
“Aspek persiapan sangat penting. Intinya, prestasi hanya bisa diraih jika atlet benar-benar disiapkan dengan latihan yang terukur dan dukungan pendanaan yang memadai,” pungkas Asgaf. (bar)
