Pun sama dengan Algazali, peraih medali emas dari cabor para taekwondo. Ia pulang balik ke Palu via pesawat dari Bali hanya untuk menghadiri seremonial penyerahan bonus.
“Tapi yang saya rasakan sakit hati, tidak ada sama sekali penghargaan yang diberikan pemerintah kepada atlet disabilitas,” ujar Algazali via hp.
Pun biaya dikeluarkan tiket pesawat pulang pergi Rp5 juta dengan biaya pribadi.
Sementara itu Ketua NPCI Sulteng Nur Enang mengatakan bonus yang disediakan Dispora Sulteng tidak cukup untuk tahun ini. Sebagian dianggarkan tahun depan.
“Pastinya saya tidak tahu kapan bonus itu dicairkan, tapi yang jelas ada untuk bonus itu,” kata Enang.
Ia membenarkan bonus yang diterima untuk atlet disabilitas itu Rp70 juta dan pelatih Rp30 juta. Sangat jauh beda dengan nilai bonus yang diterima atlet pada Peparnas 2021 Papua, Rp100 juta medali emas.
“Mau diapa anggaran pun yang ada di Dispora cuma itu. Itu pun kita paksa supaya bonus bisa diberikan,” kata Nur Enang. (bar)
