Gubernur Sulteng Tantang KONI: Lakukan Ini agar Sulteng Juara

SPORT SULTENG2118 Dilihat

PALU, sportz.id – Gubernur Sulawesi Tengah Dr. Anwar Hafid mengatakan dua tugas utama yang harus menjadi fokus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah periode 2025–2029 usai dilantik, yakni meraih medali emas dan memastikan atlet-atlet terbaik Sulteng dapat tembus ke pemusatan latihan nasional (pelatnas).

Gubernur Anwar menekankan bahwa ukuran prestasi olahraga Sulteng harus jelas dan terukur, yakni capaian pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Dengan waktu tersisa dua tahun lebih, ia meminta KONI bergerak cepat dan melakukan pembenahan menyeluruh.

“Saya ingin menantang KONI Sulteng. Kalau kita mau olahraga ini maju, syaratnya cuma dua: ubah pola pembinaan dan terapkan digitalisasi di internal KONI. Kalau pembinaan masih manual, saya percaya kita tidak akan sampai pada tujuan,” tegasnya dalam sambutan usai pelantikan, di Best Western Palu, Selasa (2/12/2025).

Digitalisasi dan Database Atlet Jadi Pondasi

Anwar meminta Ketua Umum KONI Sulteng melakukan penataan organisasi berbasis sistem digital, terutama terkait pembinaan dan pemantauan atlet.

“Apapun bisa kita monitor kalau database atlet kita bagus. Sekarang kita mulai dari database dulu. Atlet harus jelas seluruh datanya,” ujarnya.

Ia juga menekankan perlunya penyegaran organisasi agar KONI tetap bekerja dengan semangat pengabdian.

“KONI ini organisasi yang tulus ikhlas. Kalau mau dapat honor, lebih baik jangan. Di sini yang kita cari adalah kehormatan, karena olahraga itu kehormatan,” kata Anwar.

Terapkan Merit System, Hentikan ‘Orang Dalam’

Selain digitalisasi, Gubernur Anwar juga menekankan pentingnya merit system dalam pembinaan dan seleksi atlet.

“Jangan sampai ada atlet kita berprestasi, tapi karena tidak ada orang dalam, tidak dipakai. Ini penyakit. Banyak atlet kita hebat, tapi tidak dikasih maju bertanding hanya karena tidak punya kedekatan,” kritiknya.

Ia meminta pola pembinaan dibuat jelas dan objektif, agar hanya atlet dengan rekam jejak terbaik yang diberi ruang untuk berkembang.

“Yang kita mau majukan adalah mereka yang memang punya prestasi bagus. Dua hal ini—digitalisasi pembinaan dan merit system—harus menjadi pedoman KONI,” tutupnya. (bar)