Ketua Kontingen Sulteng Mengamuk di PON Bela Diri, Langkah Sulteng ke Semifinal Tersandung Keputusan Wasit

KONI SULTENG2498 Dilihat

KUDUS, sportz.id – Ketua Kontingen Pekan Sulawesi Tengah di ajang Olahraga Nasional (PON) Bela Diri, Moh. Ifan Taufan, memprotes wasit dalam ajang PON Bela Diri yang digelar di Kudus, Jawa Tengah.

‎Ifan Taufan yang akrab disapa Opan Slaber—juga menjabat sebagai Ketua Harian KONI Sulawesi Tengah— menilai tim Sulteng dirugikan, khususnya dalam cabang olahraga pencak silat.

‎“Kami (atlet) yang memukul, tapi lawan yang dapat poin,” ujar Opan membenarkan video yang beredar, Minggu (19/10).

‎Insiden tersebut terjadi dalam pertandingan penentuan menuju empat besar antara Rahmat Hidayat (Sulteng) melawan Nur Ery Syahrizal Maulana. Jika Rahmat berhasil menang, maka Sulteng dipastikan mengunci satu medali di ajang PON Bela Diri tersebut.

‎Opan juga menilai PON Bela Diri di Jateng perlu dievaluasi.

Sebelumnya Ia menyayangkan keputusan wasit dan dokter pertandingan yang tetap memaksakan atletnya untuk melanjutkan laga, padahal kondisi fisik sudah tidak memungkinkan.

‎Ia menambahkan bahwa ketidakadilan serupa tidak hanya terjadi di cabang silat, tetapi juga di taekwondo.

‎“Dari kemarin wasit begini terus. Taekwondo juga begitu. Maksud kami bukan bela Sulawesi Tengah, tapi tolong netral saja,” tegasnya.

‎Menurut Opan, ajang PON Bela Diri seharusnya menjadi wadah sportivitas dan profesionalisme karena melibatkan atlet dari seluruh Indonesia.

‎“Ini kan PON Bela Diri seluruh Indonesia, bukan Jawa Tengah,” ujarnya menegaskan.

‎Ia berharap agar ke depan pelaksanaan PON Bela Diri dapat berlangsung lebih adil dan sportif, tanpa ada keberpihakan dari perangkat pertandingan.

‎Diketahui, Sulawesi Tengah mengirimkan delapan cabang olahraga pada ajang PON Bela Diri di Kudus.

‎Sampai saat ini, kontingen Sulteng baru mengantongi satu medali perunggu dari cabang olahraga taekwondo. (bar)