PALU – Ketua Komite Sepak Bola Mini Indonesia (KSMI) Sulawesi Tengah, Moh Ifan Taufan, mengecam keras sikap Pengurus Pusat KSMI yang hingga kini belum merealisasikan bonus bagi para atlet peraih prestasi pada Liga Nusantara (Linus) 2025.
Ifan yang akrab disapa Opan Slaber mengaku geram karena pihak pusat sebelumnya berjanji akan membayarkan bonus maksimal 10 hari kerja setelah kompetisi selesai. Namun hingga hari ini, janji itu tidak kunjung dipenuhi.
“Sudah lewat 10 hari kerja. Ketua umum pusat yang kami hubungi pun tidak memberikan kepastian. Kalau tidak mampu, jangan buat janji,” tegas Ifan, Senin
Sebelum mengikuti Linus, kontingen Sulteng telah memenuhi kewajiban membayar biaya Rp15 juta. Namun setelah itu, KSMI Pusat masih meminta biaya partisipasi tambahan di luar biaya pendaftaran tersebut.
Pada ajang Linus 2025, tim KSMI Sulteng berhasil meraih juara 3 nasional. Bonus yang dijanjikan berasal dari total alokasi Rp250 juta, namun Ifan menyebut jumlah itu kemudian turun tanpa ada kejelasan dari pusat.
“Kami Sulteng semangat membara Sulteng Nambaso membawa atlet sampai bisa finis juara 3 Linus,”
“Kami minta pihak pusat transparan. Jangan sampai ini mencederai semangat pembinaan olahraga dan perjuangan atlet daerah,” tegasnya
Sampai berita ini tayang, Ketua Umum KSMI Pusat, Yan Mulya, belum memberikan balasan maupun klarifikasi terkait persoalan tersebut. (Bar)
