Palu, sportz.id – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Sulawesi Tengah mendaftarkan enam cabang olahraga (cabor) pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang akan digelar Oktober mendatang di Kudus, Jawa Tengah.
Penghubung KONI Sulteng, Hendi Maratua Sagala AIFO, mengatakan bahwa pendaftaran tersebut menindaklanjuti permintaan dari sejumlah pengurus cabang olahraga yang siap bertanding.
“Cabor yang sudah kita daftarkan adalah taekwondo, karate, pencak silat, jujitsu, gulat, dan judo. Mereka yang meminta rekomendasi KONI, dan sudah kita daftarkan,” jelas pria berdarah Batak itu.
Adapun cabor yang dipertandingkan pada PON Bela Diri 2025 mencakup sepuluh cabor, yakni karate, tarung derajat, ju-jitsu, pencak silat, taekwondo, gulat, judo, sambo, wushu, serta shorinji kempo.
Dari data KONI Pusat, PON Bela Diri 2025 diikuti oleh 34 provinsi. Meski beberapa daerah masih menghadapi kendala administratif maupun keterbatasan anggaran, semangat partisipasi tetap tinggi. Sejumlah KONI provinsi bersama pengurus cabang olahraga juga telah mulai menginput data kontingen melalui sistem aplikasi resmi panitia.
Dalam rapat koordinasi virtual panitia dan KONI se-Indonesia, sejumlah daerah juga mengusulkan agar atlet peraih medali di PON Bela Diri otomatis lolos babak kualifikasi PON XXII/2028 di NTT-NTB sebagai bentuk apresiasi atas prestasi mereka.
Berdasarkan data sementara, Sulawesi Tengah mengirimkan enam cabor dengan jumlah sekitar 30 atlet.
Selain Sulteng, provinsi-provinsi lain juga sudah menyatakan kesiapan. Jawa Tengah sebagai tuan rumah misalnya, mendaftarkan 10 cabor dengan 200 atlet. Beberapa daerah lain bahkan membawa kontingen besar, seperti Kalimantan Timur dengan 156 atlet serta ratusan ofisial.
Dengan dukungan 34 provinsi, PON Bela Diri 2025 diprediksi akan menjadi ajang kompetisi bergengsi sekaligus sarana pemetaan atlet nasional menuju PON 2028. (bar)
