PALU – Maryam, petinju wanita pertama Sulawesi Tengah yang mengharumkan nama daerah di kancah nasional pada PON 2008 di Kalimantan Timur, peraih medali perunggu di kelas 50 kg putri.
Keberhasilan atlet binaan pelatih Ninong ini menandai babak baru prestasi tinju Sulteng di tingkat nasional.
Lama tak terdengar, PNS di Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Sulteng ini kini terjun ke dunia perwasitan dengan mengikuti pelatihan dan sertifikasi pelatih serta wasit nasional yang diadakan oleh Pertina Sulteng sejak 24 Oktober di Palu.
Ia berharap ilmu yang diperolehnya bisa membantu menciptakan iklim kompetisi yang lebih profesional di atas ring, agar lahir atlet-atlet yang terlatih dan bermental juara melalui peran wasit.
Maryam mengatakan, selain menjadi wasit, sebagai petinju wanita pertama Sulteng peraih medali di PON, ia juga berkeinginan untuk membina dan melatih para atlet tinju kelak agar Sulteng memiliki banyak pelatih hebat di masa depan.
’Itu impian saya bisa melatih anak-anak dengan tangan sendiri, dan bisa berperan langsung dalam melahirkan bibit petinju nasional,’ ujar Maryam saat di JCC, Palu.
Di Sulteng sendiri, baru dua atlet putri yang berhasil menembus prestasi nasional dengan meraih medali di ajang PON.
Selain Maryam yang meraih perunggu pada PON 2008 Kaltim, ada juga Fitra Fani yang mempersembahkan medali perak pada PON 2016 di Jawa Barat. (bar)
