PALU, sportz.id — Pengurus Provinsi (Pengprov) Muaythai Indonesia (MI) Sulawesi Tengah masa bakti 2025–2029 resmi dilantik pada Jumat (11/7), dalam sebuah seremoni khidmat di Aula Pogombo, Kantor Gubernur Sulawesi Tengah, Palu. Pelantikan dan pengambilan sumpah dipimpin langsung oleh Sekretaris Jenderal PB Muaythai Indonesia, Azwar Karim.
Pelantikan Pengprov Muaythai Sulteng dirangkaikan dengan dengan Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) yang dibuka oleh Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili Asisten I Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi Dr. Fahrudin, S.Sos., M.Si .
Dalam sambutannya, Fahrudin menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendorong cabang olahraga yang menjadi kekuatan Sulteng, terutama di ajang nasional.
“Cabang olahraga bela diri perorangan seperti Muaythai termasuk andalan Sulawesi Tengah di PON,” ujar Fahrudin.
Ia juga berharap kehadiran pengurus baru MI Sulteng akan membawa semangat baru dalam menciptakan program-program inovatif.
“Kami sangat berharap akan ada inovasi dan program yang mendukung para atlet untuk terus berprestasi dan membawa nama daerah ke tingkat nasional maupun internasional,” tutupnya.
Kepengurusan Muaythai Sulteng ini dipimpin oleh Dr. Suandi sebagai Ketua Pengprov MI Sulteng, dan Kusno Bunga selaku sekretaris Umum. Bendahara diamanahkan ke Rini.
Suandi dalam sambutannya menekankan bahwa Sulawesi Tengah memiliki potensi besar dalam olahraga beladiri asal Thailand ini.
“Muaythai adalah olahraga yang sangat cocok bagi masyarakat Sulawesi Tengah. Secara geografis kita terbentuk oleh fisik yang kuat — jalan ke sekolah pun harus mendaki, artinya anatomi tubuh kita mendukung,” ujar Dr. Suandi.
Ia juga mengingatkan bahwa Muaythai bukan olahraga baru di Bumi Tadulako. Salah satu atlet asal Morowali, Hikmal, berhasil menyumbangkan medali perunggu bagi Sulteng pada PON 2024.
Sebelumnya juga Hikmal, telah membawa nama Indonesia pada world Champion Muaythai di Bangko 2023 dan menyumbang perunggu.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa kemajuan organisasi dan prestasi tidak mungkin terwujud tanpa sinergi dari berbagai pihak.
“Muaythai tidak akan bisa besar sendiri. Kita butuh dukungan penuh dari KONI dan pemerintah. Organisasi masyarakat olahraga tak mungkin tumbuh tanpa peran pemerintah,” katanya.
