Silaturahmi Keluarga Besar PSTI Sulteng, Gali Gagasan Jelang Raker

SPORT SULTENG2353 Dilihat

Palu , sportz.id – Menjelang Rapat Kerja (Raker) pada 2 Juli mendatang, Pengurus Provinsi PSTI Sulawesi Tengah menggelar silaturahmi Keluarga Besar PSTI Sulteng di Sekretariat PSTI Sulteng, Jalan Juanda, Palu, Jumat malam (27/6/2025).

Forum ini jadi ajang kumpul para tokoh sepak takraw Sulteng untuk menyumbang gagasan dan catatan kritis.

Silaturahmi yang dimoderatori Agus Motoh itu menghadirkan narasumber Ashar Yahya (Sekum PSTI Sulteng), dan pengurus PSTI Sulteng sebelumnya Hardi D. Yambas, dan Arena Parampasi.

Sejumlah tokoh takraw seperti Randir, Revi Arifin Pasau, Zulkifli, Fuad Flamboyan, Viki, hingga Gufran dari Sintuvuta juga ikut hadir.

Ashar menyebut silaturahmi ini bukan sekadar kumpul-kumpul biasa.

“Kita ingin dengar langsung dari para pelaku dan tokoh. Ini jadi bahan rumusan strategis untuk Raker nanti,” ujar Ashar.

Dalam periode kepemimpinan Vera Rompas sebagai Ketum PSTI Sulteng yang baru berjalan dua tahun, takraw Sulteng mencetak sejarah dengan meraih dua medali perunggu di PON 2024. Capaian itu disebut sebagai yang terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Sulteng di PON.

“Raker nanti kita arahkan untuk penguatan organisasi. Harus lebih solid dan punya arah jelas,” tambahnya.

Sementara itu, Hardi D. Yambas mengatakan dinamika sepak takraw terus ada dari zamannya.

“Sepak takraw itu penuh dinamika. Sama atlet harus senyum,” tegas Hardi.

Hardi mengatakan bahwa kepengurusan yang solid itu kunci dari mengurus organisasi.

Pada zamannya dari Ketum PSTI Sulteng almarhum Safrun Abdullah, hingga ke Uhra Lamarauna, berlanjut ke Abu Bakar Alhamdali, kepengurusan PSTI Sulteng kompak dan solid.

Pada saat dipegang Uhra Lamarauna yang saat itu Kadis Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulteng, bersama Arus Abdul Karim ketua harian, PSTI Sulteng menyelenggarakan dua kali Pra PON berturut-turut persiapan PON Palembang pada tahun 2004.

Kemudian bisa membeli karpet pertandingan dari Prancis, hingga sukses menggelar Kejurnas Khatulistiwa.

“Anggaran memang tidak mengharapkan semata dari KONI tapi dari pengurus untk mendatangkan sponsor,” ujar Hardi.