Jakarta, sportz.id – Empat perenang Cakra Swimming Club (Cakra SC) Palu mewakili Sulawesi Tengah (Sulteng) pada ajang Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik 2025 yang digelar di Stadion Akuatik Gelora Bung Karno, Jakarta.
Keempat atlet tersebut adalah Faeyza Abel Pratama (14 tahun, Sigi), Belvania Cinta Tandi Rondonuwu (12 tahun, Banggai), Cindana Nur Widyastuti (17 tahun, Sigi), dan Cantika Putri Safana (16 tahun, Banggai).
Ajang Kejurnas ini menjadi bagian dari program tryout utama Cakra SC Palu tahun ini, selain Indonesia Open Aquatic Championship (IOAC) dan KERAPSI Jogja.
Menurut pelatih Arief Aditya, Kejurnas memiliki nilai strategis karena hasilnya masuk dalam database resmi PB Akuatik Indonesia, sekaligus menjadi tolok ukur pembinaan atlet muda di daerah.
“Kejurnas adalah salah satu target utama tryout kami. Alhamdulillah, seluruh atlet tampil bagus dan mencatatkan personal best time yang signifikan,” ujar Arief Aditya Rifndi pelatih Cakra SC, yang pernah menangani kontingen renang Sulteng pada PON XX Papua 2021 dan PON XXI Aceh-Sumut 2024.
Arief mengatakan empat atlet yang dibawa mengikuti Kejurnas mencatatan waktu terbaiknya, meski belum meraih medali.
Cantika Putri Safana debut di PON 2024, pada Kejurnas ini, mencatatkan peningkatan waktu pada dua nomor 100 meter gaya kupu-kupu dari 01’11”49 menjadi 01’10”41 dan 50 meter gaya bebas dari 29”45 menjadi 28”91
Sementara itu, Faeyza Abel Pratama, atlet usia 14 tahun yang baru pertama kali berlaga di Kejurnas, mencetak peningkatan pada tiga nomor 100 meter gaya bebas dari 01’06”31 (IOAC) menjadi 01’03”62, 100 meter gaya dada dari 01’18”13 menjadi 01’16”90, dan 50 meter gaya punggung dari 33”91 menjadi 32”90
Atlet senior Cakra SC lainnya, Cindana Nur Widyastuti, mencatat peningkatan waktu pada nomor 200 meter gaya bebas, dari 02’37”04 menjadi 02’31”92.
Sedangkan atlet termuda, Belvania Cinta, yang masih berusia 12 tahun, juga menunjukkan kemajuan meski tipis namun berarti, dengan catatan waktu 50 meter gaya bebas meningkat dari 33”80 menjadi 33”57.
“Peningkatan personal best time ini menunjukkan pembinaan renang usia dini di Sulawesi Tengah terus berkembang ke arah yang positif. Hasil ini tentu menjadi modal penting untuk pembinaan selanjutnya,” ujar Arief Aditya. (bar)
