SPORTZ.ID – Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) KONI Sulteng jangan menutupi proses verifikasi dari tahapan yang sudah berjalan. Karena dari proses inilah arah masa depan olahraga di Sulawesi Tengah akan ditentukan.
Pemilihan Ketua KONI tidak boleh dipandang sebatas siapa yang berkuasa, tetapi harus diletakkan dalam semangat sportivitas dan kebersamaan.
Sportivitas adalah jiwa dari olahraga. Bagaimana mungkin kita berharap olahraga Sulteng melahirkan prestasi jika proses di rumahnya sendiri justru jauh dari nilai-nilai itu?
TPP jangan mempolarisasi, jangan menciptakan garis tegas antara siapa pemenang dan siapa yang kalah. Pemilihan ini bukan pertarungan hidup mati, melainkan upaya mencari pemimpin yang mampu mengayomi semua cabang olahraga tanpa kecuali.
Pola lama—yang sarat intrik serta penuh dengan kerahasiaan, harus ditinggalkan. Kita semua ingin Musprov KONI Sulteng kali ini benar-benar menjadi Musprov yang membawa semangat baru, bukan sekadar mengulang cerita lama dengan wajah yang berbeda. Karena siapa pun yang menjadi ketua nanti, Ia adalah ketua semua cabang olahraga. Bukan ketua kelompok, bukan ketua golongan, tetapi ketua seluruh insan olahraga Sulteng.
Di sisi lain, persoalan rangkap jabatan dari ketua lama juga tidak boleh diabaikan. AD/ART KONI sudah jelas mengatur hal ini. Kalau aturan saja dilanggar, bagaimana mungkin kita bisa bicara soal perubahan? Justru kepatuhan terhadap aturan inilah yang akan menjadi ukuran keseriusan kita menata olahraga Sulteng ke arah yang lebih baik.
Tujuh anggota TPP yang dipilih dari Rakerprov harus menyadari betul tanggung jawab besar yang mereka emban. Bahkan, di antara mereka ada yang berasal dari kalangan wartawan. Sebagai wartawan, perannya adalah memberi ruang keterbukaan, menghadirkan informasi yang objektif, bukan malah ikut terjebak dalam pola lama yang cenderung menutup akses dan berpihak pada kepentingan tertentu.
TPP adalah pintu gerbang menuju Musprov. Kalau pintunya saja sudah bengkok, maka yang masuk ke dalam pun pasti tidak akan lurus.
Karena itu, mari jadikan Musprov KONI Sulteng kali ini sebagai momentum perubahan yang nyata. Inilah kesempatan kita membuktikan bahwa olahraga di Sulawesi Tengah mampu meninggalkan pola lama dan benar-benar menatap masa depan dengan semangat baru.
Perubahan itu tidak datang dari luar, tetapi lahir dari keberanian kita sendiri. Dan keberanian itu dimulai dari TPP: BERANI jujur, BERANI terbuka, dan BERANI memastikan bahwa Musprov kali ini tidak lagi menjadi arena kepentingan sempit, tetapi rumah bersama bagi seluruh insan olahraga di Sulteng. (*)

