KONI Sulteng Dipimpin Gen Z, Siapkan Sistem Pembinaan Atlet Berjenjang

SPORT SULTENG2664 Dilihat

Palu, sportz.id – Moh Fathur Razaq SP resmi dipilih secara aklamasi sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah periode 2025–2029.

‎Ketua Pengprov Persatuan Tinju Amatir Indonesia (Pertina) Sulteng ini aklamasi ditetapkan dalam Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) ke-XIV KONI Sulteng yang berlangsung di Hotel Sutan Raja, Palu, Selasa (16/9).

‎Alumnus SMA Nusantara Magelang, Jawa Tengah, ini memperoleh dukungan sah dari 9 KONI kabupaten/kota dan 32 cabang olahraga. Sementara Dr Suandi, mendapat dukungan sah 1 KONI kabupaten dan 15 pengurus provinsi cabor. Dengan demikian, hanya Fathur yang memenuhi syarat pencalonan dan dinyatakan sebagai calon tunggal.

‎Fathur yang kini berusia 26 tahun sekaligus Ketua Pengprov Pertina Sulteng tercatat sebagai ketua KONI termuda. Ia kelahiran ujung pandang, 15 Agustus 1999 dan terhitung sebagai Gen Z.

‎Dalam paparan visi-misinya, ia menegaskan akan menjaga kepercayaan dari cabang olahraga dan KONI kabupaten/kota. Dalam waktu dekat, ia merampungkan struktur kepengurusannya yang minimalis.

‎“Dalam menyusun struktur kepengurusan ke depan mementingkan kualitas daripada kuantitas,” kata Fathur.

‎Menanggapi anggapan bahwa dirinya bisa dijadikan ketua boneka, Fathur menegaskan tidak bisa diatur.

‎Ia juga menyampaikan tekad membawa perubahan di tubuh KONI Sulteng, salah satunya tata kelola anggaran.

‎“Anggaran KONI bisa dilihat di website peruntukannya untuk apa saja,” ujar putra gubernur Anwar Hafid ini.

‎Setelah dipilih aklamasi, dalam waktu singkat akan menyusun kepengurusan, akan dibuat minimalis.

Kemudian penataan aset dan membangun sistem manajemen keolahragaan yang terencana, terpadu, berjenjang, dan berkelanjutan, dengan pengategorian cabang olahraga unggulan kategori pertama, kedua, dan ketiga.

‎“KONI milik kita semua, kita bangun KONI. Masalah kepengurusan saya rasa suka kalau ada orang yang mau membantu saya, tetapi lihat kualitas,” ungkapnya.

‎Fathur juga menegaskan dirinya tidak berafiliasi politik.

‎“Partai politik, saya bukan orang partai. Partai apa yang saya akan bawa ke KONI,” katanya saat tanya jawab dengan sejumlah cabor.

‎Ke depan, ia berencana melanjutkan studi S2, namun menekankan pengalamannya memimpin perusahaan konvensional. Hal itu tidak mengganggunya dalam mengurus KONI kedepan.

‎“Saya itu pernah memimpin perusahaan konvensional yang kepemimpinannya autopilot. Itulah kita butuh kerja yang tidak titip nama,” jelasnya.

‎Terkait rangkap jabatan, Fathur menegaskan, bisa asalkan tidak merugikan cabor dikarenakan cabor saat ini krisis pemimpin yang loyal.

‎Di akhir sambutan, Fathur menyatakan komitmennya terhadap atlet daerah.

‎“Atlet yang main di kampungnya orang, kita tarik kembali,” tegasnya. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *