PALU, sportz.id– Persatuan Gulat Seluruh Indonesia (PGSI) Sulawesi Tengah memastikan kesiapan timnya menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang akan berlangsung di Kudus, Jawa Tengah, pada 13–15 Oktober 2025.
Dua pegulat terbaik Sulteng dipastikan tampil, yakni Felix Jovanka Indangan yang turun pada nomor gaya bebas kelas 65 kg putra, serta Emanuel Lou yang akan bertanding di nomor grego roman kelas 77 kg putra.
Keduanya saat ini tengah menjalani persiapan serius agar mampu mempersembahkan prestasi terbaik bagi daerah.
Selain atlet, pada PON bela diri ini merupakan kehormatan bagi PGSI Sulteng karena wasit nasional andalan Sulteng Moh. Renold Ahmad, dipercaya bertugas memimpin pertandingan pada ajang bergengsi tersebut.
Renold merupakan wasit dan pelatih berpengalaman yang juga baru saja bertugas di ajang Invitasi Gulat Minahasa Utara 2025.
Sementara tim gulat Sulteng didampingi James Jeans sebagai official, Kabid Binpres PGSI Sulteng.
Ketua PGSI Sulteng, Ito Lawputra, S.H., S.I.Kom., M.H., C.Med., CTA, mengatakan PON Bela diri Kudus ini merupakan debut bagi PGSI yang baru dibentuk.
”Target utama PGSI Sulteng kali ini adalah menembus podium dan membuktikan potensi pegulat muda di level nasional selain tentunya jam terbang bagi atlet kita persiapan PON 2028,” ujar Ito.
Ito juga mengucapkan terima kasih atas atensi yang diberikan oleh Ketua umum KONI Sulteng Moh Fathur Razaq atas kesediaan memberangkatkan atlet gulat.
”Walaupun PON bela diri ini merupakan penampilan pertama kami, lebih dari itu memberi motivasi tersendiri bagi atlet gulat Sulteng untuk berani berprestasi” ujar Ito.
Sesuai jadwal panitia, pertandingan gulat PON Bela Diri 2025 akan berlangsung di GOR Djarum Arena 1B, Kabupaten Kudus, mulai 13 hingga 15 Oktober 2025.
Sebelum itu, akan digelar technical meeting pada 12 Oktober dan sesi latihan resmi pada 11 Oktober 2025.
Ito menambahkan dengan dukungan penuh KONI Sulawesi Tengah dan PGSI, tim gulat optimistis bisa meraih hasil maksimal.
Kehadiran wasit nasional dari Sulteng juga menjadi kebanggaan tersendiri, sekaligus menegaskan kontribusi daerah ini tidak hanya melalui atlet, tetapi juga tenaga profesional dalam kepanitiaan nasional. (bar)

