15 Petarung Taekwondo Sulteng Bersiap Berlaga di PON Bela Diri 2025

SPORT SULTENG4076 Dilihat

PALU, sportz.id – Pengurus Provinsi (Pengprov) Taekwondo Indonesia (TI) Sulawesi Tengah (Sulteng) memastikan akan menurunkan 15 petarung terbaik pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri 2025 yang akan digelar di Kudus, Jawa Tengah.

Mereka akan turun di dua kelas, Poomsae dan Kyorugi, didampingi tiga pelatih serta pengurus bidang prestasi (Binpres) TI Sulteng.

Persiapan teknis berupa latihan fisik dan teknik dilakukan sejak jauh hari. Latihan para taekwondoin senior digabung bersama junior yang akan mengikuti Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 di Jakarta pada November nanti.

Tim taekwondo Sulteng Popnas 2025, Jakarta.

Tim Poomsae dilatih oleh Indriyani Ombuh, sedangkan Kyorugi ditangani langsung oleh Aipda Nur Fitri bersama Ariansyah Antogia. Semua pelatih didampingi Muh. Nur Pasau (Binpres TI Sulteng).

Ketua Umum Pengprov TI Sulteng Mayjen TNI Dody Triwinarto, S.I.P., M.Han., diwakili Sekretaris Umum (Sekum) Pengprov TI Sulteng Budi Yuwono, S.T., yang juga atlet senior taekwondo peraih medali PON 1996 di Jakarta, mengatakan keberangkatan 15 atlet dan empat pelatih dibiayai secara sharing antara Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulteng dan Pengprov TI Sulteng.

Ia berharap pada PON Bela Diri tahun ini, para taekwondoin Sulteng yang telah lama dipersiapkan sejak PON 2024 lalu bisa tampil maksimal.

“Mereka sebagian sudah menjalani latihan intensif usai PON 2024 di Aceh–Medan dan beberapa kali mengikuti try out ke luar daerah maupun try in di dalam daerah. Kesempatan mengikuti PON Bela Diri ini menjadi ajang terbaik untuk menguji mental tanding anak-anak kita menghadapi PON 2028 mendatang,” ujar Budi Yuwono, Rabu (8/10/2025).

Muh. Nur Pasau alias Gersom menambahkan, dari total 15 atlet tersebut, 8 atlet bertanding di nomor Poomsae dan 7 atlet di nomor Kyorugi. Para atlet berasal dari berbagai daerah di Sulteng, yaitu Kota Palu, Kabupaten Morowali, Poso, Sigi, Banggai, dan Buol. Kota Palu menjadi daerah penyumbang atlet terbanyak, disusul Morowali dan Poso.

Tim taekwondo Sulteng PON Bela diri 2025, Jawa Tengah.

Untuk nomor Poomsae, Sulteng mengandalkan kombinasi atlet dari Palu, Banggai, dan Morowali yang turun di kelas Individual, Beregu, serta Freestyle. Sementara pada nomor Kyorugi, tujuh petarung asal Palu, Poso, Sigi, dan Buol siap tampil di berbagai kelas mulai dari Under 46 Kilogram (U46 Kg) putri hingga Under 80 Kilogram (U80 Kg) putra.

Di antara 15 atlet yang diberangkatkan terdapat Zahwa Aliyah Safitri, peraih medali perak nomor Individual Freestyle Putri PON 2024. Pada PON Bela Diri kali ini, Zahwa turun di nomor yang sama.

Kemudian ada Nur Azizah (Poomsae), Abdur Rahman Darwin (Poomsae), dan Moh. Rizal (Poomsae) — ketiganya peraih medali perunggu PON 2024 nomor Individual Poomsae.

Pada PON Bela Diri kali ini, Rahman Darwin dan Moh. Rizal akan dipasangkan dengan Briptu Johansen Vicenzo Angtolis.

Masuknya Johansen — atlet senior peraih perak PON 2021 (Beregu) dan perunggu PON 2024 (Individual) — yang kini dipasangkan bersama Rahman Darwin dan Rizal, dinilai memperkuat peluang Taekwondo Sulteng menyala pada PON Bela Diri kali ini.

Johansen memiliki rekam jejak gemilang dengan menjuarai berbagai event bergengsi di kesatuannya Polri, sedangkan Rizal dan Rahman Darwin tetap menunjukkan konsistensinya di berbagai event.

Taekwondo Sulteng juga menurunkan Ahmad Riki, peraih medali perunggu pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) 2024 di Nusa Tenggara Timur (NTT) pada November 2024, di nomor poomsae freestyle putra.

Sementara di sektor putri, selain Zahwa Aliyah Safitri, Taekwondo Sulteng menurunkan Nur Azizah yang turun di nomor Individual dan Beregu bersama Nur Alisya dan Alisya Madina Murad di nomor Poomsae Beregu.

Selain bertabur bintang di kelas Poomsae, di nomor Kyorugi terdapat tujuh atlet yang akan memperkuat kontingen Sulteng.

Mereka yaitu Siti Maharani (Kota Palu), Sean Yehezkiel Pandean (Kabupaten Poso), Maichel Agung Rongre (Kabupaten Sigi), Moh. Abdul Haris (Kabupaten Buol), Cristo Abadi (Kabupaten Sigi), I Made Dharma Aiswarya Wyasa (Kota Palu) dan Doni Marcel Nainggolan (Kabupaten Poso).

“PON Bela Diri 2025 menjadi momentum penting bagi Taekwondo Sulteng untuk memperkuat regenerasi sekaligus menakar kesiapan menuju PON 2028,” tutup Budi Yuwono. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *