‎Atlet Judo dan Gulat Sulteng Tiba di Palu, Apresiasi Dukungan KONI Sulteng ‎

SPORT SULTENG1809 Dilihat

PALU, sportz.id – Setelah berlaga di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri di Kudus, Jawa Tengah, para atlet judo dan gulat asal Sulawesi Tengah akhirnya tiba di Bumi Tadulako, Jumat (17/10/2025).

‎Kedatangan mereka disambut hangat oleh pihak Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sulawesi Tengah, serta keluarga di Bandara Mutiara SIS Al-Jufrie Palu.

‎Rombongan atlet yang tiba terdiri dari cabang olahraga judo dan gulat. Dari judo, ada nama-nama seperti Fathin, Najwa, Made Aditya, Abdul Halim, dan Ivana Kezia, didampingi pelatih Stephanus Anando. Sementara dari cabang gulat hadir Felix Jovanka Indangan, serta Bharatu Emanuel Lou, bersama Binpres Gulat James.

‎Meski belum berhasil membawa pulang medali, para atlet mengaku bangga bisa mewakili Sulawesi Tengah untuk pertama kalinya dalam ajang bela diri tingkat nasional tersebut. Terlebih, cabang olahraga gulat baru resmi terbentuk di Sulteng belum lama ini.

‎“Ini pengalaman yang luar biasa. Bisa tampil di PON membawa nama Sulawesi Tengah merupakan kebanggaan tersendiri bagi kami. Apalagi dukungan dari KONI Sulteng sangat luar biasa sejak sebelum berangkat hingga pulang hari ini,” ujar Bharatu Lou, pegulat yang turun di grego roman kelas 77 kg putra.

‎Para atlet mengaku merasa diperhatikan dengan baik oleh KONI Sulteng. Sejak pemberangkatan dari Palu, mereka difasilitasi penuh mulai dari transportasi, akomodasi, hingga konsumsi selama berada di Kudus. Bahkan, uang saku telah dicairkan lebih dulu sebelum keberangkatan untuk menjamin kenyamanan para atlet.

‎“Kami dijemput dari Bandara Semarang, disediakan transportasi yang nyaman, penginapan layak, dan konsumsi terjamin. Semua kebutuhan kami dipenuhi. Itu membuat kami merasa dihargai sebagai atlet sekaligus menambah spirit atlet,” kata Fathin, judoka Sulteng.

‎Ketua KONI Sulawesi Tengah, Moh. Fathur Razaq, menyampaikan rasa bangganya atas perjuangan para atlet muda tersebut. Ia menilai keikutsertaan Sulteng di PON Bela Diri menjadi langkah penting dalam membangun fondasi prestasi di cabang bela diri.

‎“PON Bela Diri di Kudus ini adalah momen emas. Walaupun belum meraih medali, tapi semangat dan keberanian mereka bertanding di ajang nasional sudah menjadi prestasi tersendiri. Kami akan terus mendukung agar judo dan gulat di Sulteng semakin berkembang,” ujar Fathur Razaq.

‎Diketahui, pengiriman kontingen ke Kudus dilakukan di tengah belum cairnya anggaran KONI Sulteng.

‎Namun, dari KONI Sulteng tetap berkomitmen memberangkatkan atlet demi menjaga semangat dan konsistensi pembinaan olahraga di daerah.

‎“Kami tidak ingin para atlet kehilangan momentum. Jadi meskipun dana belum cair, kami ambil langkah cepat agar kontingen tetap berangkat. Ini bentuk komitmen KONI Sulteng untuk atlet dan daerah,” tambah Fathur. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *