Ketum PP Pertina Hillary Briggita Lasut Akui Kepemimpinan Fatur Razaq Majukan Tinju Indonesia

SPORT SULTENG1603 Dilihat

PALU – Ketua Umum Pengurus Pusat (PP) Pertina, Dr. Hillary Brigitta Lasut, S.H., LLM, mengakui bahwa olahraga tinju di Indonesia kini tengah berkembang pesat dan menjadikan Sulawesi Tengah sebagai salah satu kiblat pembinaan tinju nasional di bawah kepemimpinan Ketua Umum Pertina Sulteng, Muhammad Fatur Razaq Anwar.

Hal itu disampaikan Brigitta saat membuka Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir 2025 di Jojokodi Convention Center Palu, Sabtu malam (25/10).

“Kalau saya lihat sejak Pertina Sulteng dipegang Fatur, perkembangannya sangat signifikan. Jumlah atlet meningkat pesat, perhatian terhadap kesejahteraan atlet juga sangat terasa, bahkan hal itu diakui langsung oleh para petinju,” ujar Brigitta yang juga Anggota DPR RI termuda asal Sulawesi Utara dari Partai NasDem itu, di usianya sekarang 29 tahun.

Briggita juga turut mengapresiasi Pertina Sulteng dalam penyelenggaraan pelatihan dan sertifikasi wasit tinju nasional tanpa berbayar, yang diikuti 37 perserta baik pelatih maupun wasit provinsi se Indonesia.

Pelatihan dan sertifikasi pelatih tinju nasional ini membantu PP Pertina dalam memajukan kualitas dan profesionalime tinju di Indonesia,

Disamping itu, Ia menilai soliditas jajaran Pengurus Provinsi Pertina se-Indonesia menjadi faktor penting dalam kemajuan olahraga tinju, disertai dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.

“Keterlibatan seluruh pengprov tetap solid. Saya yakin prestasi tinju Indonesia akan terus meningkat, tentu dengan dukungan Kemenpora dalam menyelesaikan berbagai persoalan yang ada,” tambahnya.

Dalam sambutannya, Brigitta juga memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan Kejurnas yang menurutnya memiliki standar tinggi, bahkan bisa menyaingi event internasional.

“Saya jujur mengatakan, standar penyelenggaraan Kejurnas Tinju Amatir 2025 di Palu ini sangat luar biasa. Kalau mau dibandingkan, bisa mengalahkan beberapa event internasional,” ujarnya disambut tepuk tangan peserta.

Kejurnas tahun ini sekaligus menjadi bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-66 Pertina, menandai perjalanan panjang organisasi tinju tertua di Indonesia ini.

“Pertina bukan organisasi abal-abal. Enam puluh enam tahun adalah perjalanan panjang yang telah melahirkan banyak petinju hebat yang mengharumkan nama bangsa di tingkat nasional maupun internasional,” kata Brigitta.

Ia menyebut, momentum Kejurnas di Palu tidak hanya menjadi ajang pencarian bibit unggul, tetapi juga wadah pemersatu dan penguat solidaritas antarinsan tinju dari Sabang sampai Merauke.

“Melalui ring tinju, kita tidak hanya mengukur kekuatan fisik, tetapi juga mental, disiplin, dan karakter seorang petinju sejati. Bertarunglah dengan semangat tinggi dan tunjukkan jiwa kesatria atlet Pertina di dalam maupun di luar ring,” pesannya.

Brigitta menegaskan bahwa menang atau kalah adalah hal biasa, namun semangat juang, sikap sportif, dan sikap serta perjuangan di atas ring adalah yang akan dikenang. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *