Palu, sportz.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Provinsi (Musprov) Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulawesi Tengah tahun 2025, mendapat tanggapan dari masyarakat khususnya klub atau voters.
Kandidat Ketua Umum ISSI Sulteng, Drs. Arfan M.Si, melalui juru bicaranya Deddy Freins dari klub Kossaga, mengkritik kinerja panitia pelaksana yang dinilai tidak transparan.
Deddy mengungkapkan, proses pendaftaran calon Ketua Umum terkesan sudah disetting sejak awal, mengingat salah satu kandidat disebut-sebut telah memperoleh dukungan jauh sebelum pendaftaran resmi dibuka.
“Panitia hanya membuka pendaftaran selama lima hari. Ini sangat janggal. Padahal, dalam AD/ART ISSI, tahapan penjaringan dan pendaftaran mestinya berlangsung selama 21 hari untuk memberikan kesempatan yang adil bagi semua kandidat,” tegas Deddy melalui pesan wa.
Ia juga mempertanyakan ketentuan dukungan minimal enam pengurus kabupaten/kota sebagai syarat pencalonan.
“Apakah syarat itu berlaku untuk Musprov atau Munas? Karena untuk Musprov, jumlah kabupaten/kota di Sulteng hanya 13. Bahkan, banyak pengurus ISSI kabupaten/kota yang saat ini tidak aktif atau mati suri,” jelasnya.
Lebih lanjut, Deddy menekankan bahwa keabsahan kepengurusan ISSI kabupaten/kota harus merujuk pada rekomendasi KONI setempat.
“Kalau tidak terdaftar di KONI, berarti pengurus ISSI tersebut tidak diakui secara resmi,” ujarnya.

