Ada Apa? Ketua Perserosi Palu Pertanyakan Sikap KONI Sulteng Terkait Karteker

SPORT SULTENG2048 Dilihat

PALU, sportz.id – Ketua Pengurus Kota Persatuan Sepatu Roda Seluruh Indonesia (Perserosi) Kota Palu, Sarfan Da’a Sawilemba yang juga anggota steering comitee pada Musyawarah Olahraga Kota (Musorkot) KONI Kota Palu mengklarifikasi yang terjadi terkait polemik Musorkot Kota Palu yang ke-V.

Menurut Sarfan, sebagaimana yang disampaikan oleh Pengurus KONI Provinsi Sulteng, Ia sendiri mempertanyakan sikap dan objektivitas Komite KONI Provinsi Sulawesi Tengah terkait penunjukan karteker KONI Kota Palu pasca Musorkot yang digelar Desember 2025 lalu.

Sarfan menilai sejak awal tahapan Musorkot, tidak pernah ada peringatan dari KONI Provinsi, termasuk saat pembentukan panitia steering committee (SC), organizing committee (OC), dan Tim Penjaringan dan Penyaringan (TPP) yang dilaksanakan di Tanaris. Bahkan, Bidang Organisasi KONI Provinsi disebut ikut hadir dalam rapat tersebut.

“Pada saat proses itu berjalan, tidak ada satu pun yang mengingatkan bahwa rapat tidak bisa diteruskan atau ada pelanggaran karena tidak sesuai AD/ART. Ini terkesan ada pembiaran. Ada apa sebenarnya?” kata Sarfan Jumat (6/2/2026).

Ia juga menegaskan selama proses berjalan, tidak pernah ada pemberitahuan bahwa Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) dilanggar, sehingga kemudian KONI Kota Palu segera mengevaluasi. Tidak seperti saat ini, terjadi pembiaran dan kemudian ada pelanggaran.

Menurutnya, jika ada dugaan pelanggaran yang masuk dalam kategori delik aduan ke KONI Provinsi, seharusnya panitia Musorkot dipanggil dan diberi ruang untuk memberikan klarifikasi.

“Seharusnya panitia diundang untuk menjelaskan apa yang diadukan. Sampai hari ini kami tidak tahu apa substansi aduan itu. Ini menunjukkan KONI Provinsi tidak objektif dalam menyampaikan informasi,” tegasnya.

Sarfan juga mengatakan kehadiran unsur KONI Provinsi dalam pelaksanaan Musorkot. Ia menyebut seluruh rangkaian Musorkot dihadiri perwakilan KONI Provinsi, bahkan penutupan Musorkot dilakukan langsung oleh pihak KONI Provinsi sendiri.

“Kalau sejak awal sudah tahu ada potensi masalah, kenapa tidak disampaikan dari awal. Ada Apa?” ujarnya mempertanyakan. (*/bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *