Ia juga menegaskan bahwa pemerintah provinsi telah mengalokasikan dana miliaran rupiah setiap tahunnya untuk mendukung olahraga, namun pemanfaatannya harus dilakukan secara tepat sasaran dan sesuai regulasi.
“Kalau cabang olahraga tidak mampu membuat program yang jelas dan terukur, maka kami tidak bisa memberikan dukungan. Kami hanya ingin mendampingi cabor yang memang serius dan punya potensi meraih prestasi,” tegasnya.

Irvan berharap, dengan adanya bimtek ini, pengelolaan dana hibah dapat berjalan lebih profesional dan akuntabel. Ia juga membuka peluang pendampingan dalam hal manajerial dan tata kelola keuangan bagi organisasi yang masih membutuhkan.
“Dana hibah ini akan diberikan sebagai bentuk dukungan selama satu tahun, tapi penggunaannya harus jelas dan sesuai ketentuan hukum. Kalau tidak paham, silakan diskusikan agar tidak jadi masalah di kemudian hari,” pungkasnya. (Bar)

