PALU, – Ketua Harian Ifan Taufan menekankan pentingnya pemetaan atlet potensial serta penyusunan program latihan terstruktur dalam menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Morowali 2026 dan persiapan menuju Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.
Hal tersebut disampaikan Ifan saat membuka Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) Pengurus Provinsi Persatuan Tenis Indonesia (PELTI) Sulawesi Tengah di Hotel Rama Palu, Sabtu (11/4/2026).

Rakerprov secara resmi dibuka oleh Ketua Harian KONI Sulawesi Tengah, Ifan Taufan, yang hadir mewakili Ketua Umum KONI Sulteng, Muhammad Fathur Razaq.
Dalam sambutannya Ifan menyampaikan apresiasi pelaksanaan Rakerprov PELTI Sulteng sebagai momentum penting dalam memperkuat pembinaan atlet serta tata kelola organisasi cabang olahraga tenis di daerah.
Menurutnya, tema yang diusung dalam Rakerprov, yakni “Menciptakan Prestasi Atlet Tenis Sulawesi Tengah Melalui Pembinaan Serius dan Kolaborasi Kuat”, sangat relevan dengan kebutuhan pembinaan olahraga saat ini yang menuntut perencanaan matang dan kolaborasi lintas pihak.
Ifan menegaskan bahwa Rakerprov harus menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan atlet tenis menghadapi Porprov Morowali Tahun 2026, sekaligus menjadi bagian dari upaya jangka menengah menuju PON NTT–NTB.
Ia menilai, keberhasilan prestasi tidak hanya bergantung pada kemampuan atlet, tetapi juga pada sistem pembinaan yang terencana, termasuk pemetaan atlet potensial di setiap kabupaten dan kota.
“Diperlukan pemetaan atlet potensial, program latihan yang terstruktur, serta peningkatan kualitas pelatih dan kompetisi agar prestasi tenis Sulawesi Tengah bisa terus meningkat,” ujarnya.
Selain itu, KONI Sulawesi Tengah berharap PELTI dapat terus meningkatkan prestasi dan menjadikan tenis sebagai cabang olahraga yang kompetitif di tingkat nasional.
KONI juga menekankan pentingnya sinergi antara pengurus cabang olahraga, pemerintah daerah, serta seluruh pemangku kepentingan olahraga dalam mendukung pembinaan atlet secara berkelanjutan.
”Melalui Rakerprov tersebut dapat dihasilkan program kerja yang konkret dan implementatif, sehingga pembinaan atlet tenis di Sulawesi Tengah berjalan lebih efektif dan mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional,” ujar Ifan.
Ketua panitia pelaksana, Jefry, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Rakerprov ini sebagai upaya menyinkronkan program kerja pembinaan tenis lapangan di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.
Disamping itu Ia menegaskan kegiatan ini menjadi wadah penyusunan kalender kegiatan serta sinkronisasi program kerja antara pengprov dan pengkab/pengkot.
Menurutnya, pembahasan dalam Rakerprov juga mencakup persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), termasuk penegasan regulasi atlet dan upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pelatih dan pengurus. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 10 kabupaten/kota yang menyatakan kesediaan hadir.
Sementara itu, Ketua Pengprov PELTI Sulteng, Mochtar Deluma, menegaskan bahwa pembinaan tenis di daerah harus dilaksanakan secara taat asas dengan mematuhi seluruh peraturan organisasi serta menjunjung disiplin pelatih dan sikap atlet.
Ia mengungkapkan hingga saat ini masih terdapat beberapa daerah yang belum berpartisipasi, yakni Kabupaten Banggai Kepulauan, Banggai Laut dan Buol. Selain itu, dari 10 kabupaten yang telah terbentuk kepengurusannya, masih terdapat tiga daerah yang belum dikukuhkan, yaitu Morowali Utara, Donggala dan Tolitoli.
Mochtar juga menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya, pihaknya telah mengirim empat pelatih untuk mengikuti pelatihan nasional lisensi International Tennis Federation (ITF), meski hanya dua pelatih yang dinyatakan lulus. Program tersebut dilakukan dengan biaya mandiri sebagai bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelatih daerah.
“Kita tidak perlu mendatangkan pelatih dari luar karena kita sudah memiliki pelatih berlisensi ITF. Tinggal bagaimana memaksimalkan potensi yang ada,” ujarnya. (Bas)

