Humaedi yang juga Wakil Dekan FKIP Universitas Tadulako ini juga menekankan bahwa olahraga prestasi menjanjikan masa depan yang cerah.
Pada PON sebelumnya, peraih medali emas mendapatkan apresiasi hingga Rp500 juta, perak Rp300 juta, dan perunggu Rp150 juta. Hal ini menunjukkan perhatian besar dari pemerintah daerah terhadap atlet berprestasi.
Sementara itu, Master Zuli Silawanto mengungkapkan bahwa Kickboxing Indonesia telah membuktikan eksistensinya di level Asia.

Ia berharap seleksi nasional (Seleknas) dapat digelar di Palu untuk mencari wakil Indonesia yang akan bertanding di ajang single event maupun multi event tingkat Asia.
“Kickboxing sudah lama berkembang di Indonesia sejak diperkenalkan oleh maestro Surya yang langsung belajar dari Jepang. Kini, olahraga ini telah bergabung dengan WAKO (World Association of Kickboxing Organizations) dan berpeluang besar diekshibisikan di Olimpiade,” jelasnya.
Pada 2021, WAKO diakui oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC), dan sejak PON terakhir, kickboxing telah resmi dipertandingkan. Oleh karena itu, Master Zuli mendorong para peserta untuk terus menekuni olahraga ini agar bisa berprestasi seperti para seniornya.
“Di WAKO, ada jalur amatir dan profesional, sehingga atlet tidak salah langkah dalam menggapai impian menjadi atlet dunia,” tutupnya. (bar)

