Dari PSSI Sulteng Siap Maju Ketua Umum KONI Sulteng 2025–2029

SPORT SULTENG3544 Dilihat

Palu, sportz.id – Ismail Pangeran, anggota Executive Committee (Exco) Asprov PSSI Sulawesi Tengah, menyatakan kesiapannya maju sebagai calon Ketua Umum KONI Sulteng periode 2025–2029.

Berlatar belakang olahragawan di cabor sepak bola, Ismail Pangeran mantap dan yakin bisa menjadi wadah aspirasi bagi semua cabang olahraga (cabor) naungan KONI Sulteng.

Sejauh ini, ia mengaku baru mendapatkan dukungan lisan dari Pengurus Pengprov Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Sulteng.

Meskipun demikian, pencalonannya pada ketua umum KONI Sulteng ini adalah panggilan jiwa.

Sebagai induk dari semua cabor, menurutnya KONI adalah wadah tempat mengabdi.

“Saat ini KONI tengah mengalami krisis kepercayaan dari sejumlah cabang olahraga. Ini alasan saya maju sebagai ketua umum KONI Sulteng agar KONI Sulteng mendapatkan kepercayaannya kembali,” kata Ismail, Jumat (9/8/2025).

Menurutnya KONI adalah marwah olahraga itu sendiri. Rumah besar semua cabang olaharaga, yang berhimpun serta merumuskan strategi manajemen olahraga dalam tujuannya membantu pemerintah daerah.

Apabila ia mendapat dukungan dan dipilih, Ia akan menata KONI sebagai lembaga profesional dan independen.

“Profesional adalah pengurusnya tidak rangkap jabatan, tranparasi soal keuangan dan manajemen terbuka karena itu kunci kepercayaan cabor,” kata Ismail.

Pun Ismail mengaku memahami polemik atau dinamika yang terjadi pada keolahragaan di Indonesia belakangan ini sehingga merembet ke daerah.

“Memang itu tantangan berat, tapi saya yakin ada jalan keluar karena tujuan utama kita di KONI yaitu pengabdian. Karenanya pasti ada jalan keluar,” kata Ismail.

Namun pencalonan Ismail Pangeran bakal terganjal pada ketentuan umum yang berlaku. Sebagaimana diketahui syarat pencalonan Ketua umum KONI Sulteng paling tidak ialah Ketua umum Pengprov Cabor atau minimal pernah menjabat dan pernah menjadi Ketua Umum KONI kabupaten.

“Aturan tidak seharusnya membatasi secara berlebihan. Kalau soal syarat pencalonan, nanti kita lihat saya masuk atau tidak. Tapi jangan sampai diikat dengan aturan yang justru menghambat,” ucapnya. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *