Diikuti 14 Atlet Mancanegara, Gubernur dan KONI : Destinasi Dirgantara Sulteng Bertaraf Internasional

PALU, sportz.id – Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid yang diwakili Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Sulteng Mohsen Pakaya resmi membuka Kejuaraan Paralayang Internasional Gubernur Cup International Paragliding Cross Country (IPXC) 1st Series Salena 2026 di Bukit Salena, Sabtu (25/4/2026).

Dalam sambutan tertulis gubernur yang dibacakan Kadispora Sulteng, Gubernur menyampaikan bahwa paralayang merupakan cabang olahraga udara yang terus berkembang di Indonesia, khususnya di daerah dengan topografi pegunungan dan tebing curam seperti Sulawesi Tengah yang memiliki potensi geografis luar biasa.

Hari pertama IPXC1st Series Salena Palu, Sabtu (25/4/2026).

Menurutnya, pelaksanaan Gubernur Cup IPXC 1st Series Salena 2026 menjadi tonggak sejarah baru karena untuk pertama kalinya Sulawesi Tengah dipercaya menjadi tuan rumah kejuaraan paralayang internasional.

“Kegiatan ini bukan sekadar ajang kompetisi olahraga, tetapi juga momentum strategis untuk memperkenalkan potensi wisata Sulawesi Tengah, khususnya Puncak Salena, sebagai destinasi olahraga dirgantara bertaraf internasional,” demikian disampaikan dalam sambutan gubernur.

Ia menambahkan, kehadiran atlet dari berbagai negara akan memberikan dampak positif bagi promosi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah juga menyampaikan apresiasi kepada panitia pelaksana, Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Federasi Aero Sport Indonesia (FASI), serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kejuaraan tersebut.

Ketua Paralayang Pusat Indonesia Asgaf Umar SPd MPd menambahkan kejuaraan ini diikuti sebanyak 74 peserta, terdiri dari 14 atlet mancanegara dari enam negara, yakni Singapura, China, China Taipei, Korea Selatan, Australia, dan Vietnam, serta peserta dari 11 provinsi di Indonesia termsuk atlet Sulawesi Tengah.

“Ajang ini diharapkan menjadi sarana peningkatan prestasi atlet melalui pengalaman bertanding dengan atlet internasional sekaligus memperkuat promosi pariwisata dirgantara atau sport tourism di kawasan Salena,” ujar Asgaf yang juga Sekum FASI Sulteng.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sulawesi Tengah Muhammad Fathur Razaq menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kejuaraan paralayang internasional kategori cross country tersebut.

Menurutnya, event ini membuktikan bahwa kemampuan atlet paralayang Sulawesi Tengah tidak kalah dengan atlet luar negeri sekaligus menunjukkan bahwa potensi pariwisata Sulawesi Tengah semakin diakui dunia internasional.

“Melalui event ini, prestasi paralayang terus meningkat dan menjadi salah satu cabang olahraga unggulan Sulawesi Tengah. Pada Pekan Olahraga Nasional 2024, kita berhasil meraih satu medali emas. Target ke depan pada PON 2028 minimal bisa menambah medali emas,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui kejuaraan internasional ini, paralayang Sulawesi Tengah diharapkan terus berkembang dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama daerah dan bangsa di kancah internasional. (bar)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *