Firman Pendekar Silat asal Sulteng Peraih Perak PON dan SEA Games, Berjuang Melawan Depresi, Berjuang Untuk Bangkit

SPORT SULTENG3344 Dilihat

Palu, sportz.id Firman, atlet pencak silat Sulawesi Tengah asal Desa Limboro, Kabupaten Donggala, dengan catatan prestasi PON 2016 Jawa Barat meraih perak dan SEA Games 2017 Malaysia, tak seberuntung seperti prestasinya.

Bertarung melawan nasibnya sendiri, mengalami depresi dan terpaksa dibawa ke RSUD Madani yang melayani pasien gangguan jiwa.

Sempat masuk di Bangsal Sawo, khusus untuk penderita gangguan jiwa parah, sekarang Firman ditempatkan di Bangsal Srikaya, khusus yang sudah sembuh.

Sudah enam hari di RSUD Madani, Firman akhirnya hari ini, Selasa 3 Juni 2025, diperbolehkan pulang menunggu hasil medis dari dokter.

Bersama Pimpinan Redaksi Sportz.id, Barnabas Loinang, Firman menceritakan kisah pilunya sehingga mengalami depresi.

Bonus yang diterimanya tidak menjamin ia bisa hidup bebas seperti atlet lainnya. Ia mengaku hidup seperti robot.

Namun, robot seperti apa? Ia mengatakan bahwa tekanan datang dari orang terdekatnya, baik masalah keluarga dan lainnya yang menyebabkan mentalnya kalah.

Firman termasuk salah satu pendekar asli Sulteng yang moncer prestasinya di PON. Hanya sedikit sekali atlet silat Sulteng yang menyumbangkan medali bagi Sulteng.

Dari catatan yang ada, Ansar Yotomaruangi pernah menyumbang emas untuk Sulteng pada PON 1989, kemudian ada Aris yang tidak lain adalah pelatih Firman pada PON 2016 di Jawa Barat.

Pada babak final, Jatim mendapat satu medali emas di Kelas A putra. Pesilat Jatim, Rudi Santoso, menang atas Firman dengan skor 4-1.

Kini, Firman dengan masa lalunya yang kelam mengakui ada sisi gelap akibat kesalahannya.

Namun, sebagai atlet dia juga ingin mendapatkan perhatian pemerintah berupa kesejahteraan atau pekerjaan, meskipun dulu sempat ditawari menjadi TNI/Polri dari Prabowo Subianto, Ketua IPSI Pusat, atas prestasinya di kancah SEA Games.

“Banyak yang berkata buruk kepada saya, tapi saya yakinkan itu bahwa itu masa lalu saya. Dibilang saya narkoba, tidak pernah narkoba,” kata Firman meyakinkan.

Ia bertekad ke depan bisa tampil di Porprov 2026 Morowali dengan membawa nama daerahnya, Donggala. Jika tidak bisa, akan membawa Kota Palu.

Dukungan datang juga dari sesama atlet dan pelatih. Salah satunya dari Ishak Jamaludin, pengurus KONI Donggala. Ia datang ke RSUD Madani bersama atlet lainnya untuk memberikan dukungan moril kepadanya.

Firman mendapat dukungan dari Ishak Jamaludin, Binpres KONI Donggala

 

Firman bersama rekan sesama olahragawan

Sementara itu, Sekum IPSI Sulteng, Moh. Risman, mengetahui kabar Firman. Ia sempat dua kali ke RSUD Madani menjenguk Firman.

“Pastinya IPSI Sulteng tidak menutup mata atas kondisi Firman,” kata Risman ditemui di ruangannya.

Ia berharap Firman kembali pulih dan sehat serta memperbaiki dirinya sendiri agar bisa kembali berprestasi. (bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *