JAKARTA – Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PB PSTI) yang digelar pada 1 November 2025 berlangsung sangat alot dan menegangkan.
Dalam pemilihan tersebut, H. Surianto, pengusaha sukses asal Sulawesi Selatan, akhirnya terpilih sebagai Ketua Umum PB PSTI dengan perolehan suara 13 berbanding 11 atas kandidat satunya.
Munaslub ini digelar atas mandat langsung dari KONI Pusat, setelah adanya putusan sengketa Badan Arbitrase Keolahragaan Indonesia (BAKI) yang membatalkan hasil Munas sebelumnya yang dinilai cacat prosedur.
Munas sebelumnya dipimpin oleh ketua umum terdahulu, Asnawi, yang mendapat banyak kecaman dari sejumlah Pengprov PSTI se-Indonesia karena dianggap melanggar ketentuan AD/ART organisasi.
Sebagai tindak lanjut, KONI Pusat menunjuk Karteker PB PSTI dengan tugas utama menyelenggarakan Munaslub yang akhirnya terlaksana di Kantor Pusat KONI di Jakarta.
Dalam sambutan penutupan Munaslub, H. Surianto menegaskan komitmennya untuk mengembalikan fokus organisasi pada prestasi olahraga.
“Kita akan mengejar ketertinggalan dari Malaysia dan Thailand dengan mendorong seluruh Pengprov untuk fokus membina atlet, bukan terjebak dalam urusan sengketa yang tidak produktif,” ujarnya tegas.
H. Surianto juga menyinggung rencananya untuk memperkuat fondasi teknis sepak takraw nasional melalui pelatihan bagi wasit dan pelatih di berbagai jenjang.
“Saya mengerti dunia takraw karena saya juga mantan pemain. Ini,” ujarnya sambil tersenyum, menunjukkan tangan kirinya yang pernah patah saat berlatih takraw di masa muda.
“Olahraga bukan tempat mencari uang, tapi wujud apresiasi dan kepedulian. Mengurus olahraga adalah bagian dari ibadah,” tambahnya.
Dalam sambutan penutupannya, Ketua Umum baru PB PSTI itu menegaskan akan merangkul seluruh Pengprov tanpa melihat hasil dukungan dalam pemilihan, sebagai bentuk penghormatan terhadap proses demokratis yang telah dijalani organisasi.
Sementara itu, Sekretaris Umum PSTI Sulawesi Tengah, Ashar Yahya, menyambut baik hasil Munaslub tersebut dan mengungkapkan bahwa pelantikan pengurus baru PB PSTI akan segera dilaksanakan.
“Pelantikan pengurus PB PSTI rencananya akan digelar di Makassar dalam waktu dekat. Kami bahkan sudah melakukan pengukuran seragam kebesaran PB PSTI,” ungkap Ashar Yahya dengan penuh optimisme.
Ashar berharap terpilihnya H. Surianto sebagai Ketua Umum PB PSTI, membaea semangat baru akan membawa sepak takraw Indonesia kembali berprestasi di kancah internasional. (bar/*)

