“Makanya sekarang, saya ajak dinda saya, Anca (Andi Nur Lamakarate) untuk melihat langsung talenta talenta muda sepak bola Kota Palu dan Sulteng. Dan sayangnya, informasi dari pengurus SSB Dharma Putra, biaya mereka ke sini mandiri. Makanya kami hadir di sini, memberikan bantuan ala kadarnya, jangan lihat isinya, tapi keikhlasan kita membantu, mendorong persepakbolaan di Kota Palu dan Sulawesi Tengah untuk lebih maju lagi,” jelasnya.
Hal senada disampaikan Andi Nur B Lamakarate. “Semangat anak anak ini luar biasa saat kami berkunjung ke kontrakan mereka, meskipun dengan kesederhanaan, mereka tetap semangat. Tapi ini PR kita ke depan. Miris juga melihat mereka tadi naik mobil truk Brimob ke lapangan untuk uji coba atau seleksi masuk Ragunan dan Persija,” kata sosok yang akrab disapa Anca ini.
Anca mengatakan, saat ini olahraga sudah masuk ke dunia industri, sehingga dibutuhkan perhatian lebih dari pemangku kepentingan, khususnya pemerintah setempat.
“Saya prihatin ya, tidak ada sentuhan pemerintah sama sekali ke anak anak SSB Dharma Putra, padahal talenta mereka mendapat perhatian nasional, ini agak miris bagi saya. Ke depan, harus ada bapak angkat bagi anak anak sepak bola di Kota Palu,” jelasnya.
“Sudah pasti ya, diperlukan sponsorship bagi mereka (SSB Dharma Putra). Bisa lihat bagaimana kerja saya sebagai bendahara KONI Sulteng kemarin,” tegasnya. (*/bar)

