PALU, sportz.id – Pengurus Karteker Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Sulawesi Tengah memperpanjang masa pendaftaran bakal calon Ketua Umum hingga 16 Oktober 2025.
Sampai hari terakhir pendaftaran pada 12 Oktober, belum ada satu pun calon yang mengajukan berkas ke panitia pendaftaran dan penjaringan Calon Ketua umum ISSI Sulteng.
Masa perpanjangan tersebut diumumkan dalam konferensi pers di Sekretariat TPP ISSI Sulteng, Jalan Watukanjai Palu, Senin (13/10). Hadir Ketua Karateker Helmy Umar, Sekretaris Agustriono, dan anggota Chrisman L., ST.
Chrisman menjelaskan, sesuai agenda awal, penetapan bakal calon seharusnya dilakukan setelah batas pendaftaran 12 Oktober. Namun karena tidak ada pendaftar, pengurus karteker memutuskan memperpanjang masa pendaftaran hingga 16 Oktober dan melaporkannya ke Pengurus Besar (PB) ISSI.
Ketua Karateker ISSI Sulteng Helmy Umar berharap perpanjangan ini bisa menarik minat tokoh olahraga yang siap membenahi ISSI Sulteng.
“Kami diberi tugas tiga bulan, tapi karena tahapan Porprov sudah berjalan, kita harus bergerak cepat. Kalau sampai tidak ada yang berminat, apa boleh buat, kita kembalikan ke pusat,” ujarnya.
Helmy menilai kondisi organisasi ISSI Sulteng selama ini perlu banyak pembenahan sehingga dalam syarat pencalonan salah satunya calon ketua sanggup dan membayar biaya pendaftaran Rp50 juta.
Helmy menegaskan bahwa hal itu bukan hal baru di lingkungan olahraga prestasi di daerah maju.
“Bukan hanya ISSI Sulteng yang menerapkan biaya pendaftaran, di beberapa provinsi lain pun demikian, apalagi ini Musprovlub,” jelasnya.
Dengan kesanggupan yang dibuktikan mau berkorban dana, diharapkan ketua ISSI Sulteng kedepan benar-benar figur yang konsisten.
Tidak hanya mengandalkan dari KONI semata, tapi juga biaya pribadi. Itu terbukti karena mengurus olahraga ini memang lebih banyak berkorban dana pribadi daripada keuntungan semata.
Apalagi ISSI Sulteng dalam kondisi sekarat saat ini, kosong kas anggaran, karena pengurus sebelumnya banyak vakum dan ketua kedepan harus bisa menggerakkan roda organisasi.
Helmy menegaskan, Musprovlub harus berjalan profesional, meskipun ditengah keterbatasan anggaran.
“Tidak mungkin dilakukan di warkop atau sekadar main tunjuk. Ini organisasi prestasi, jadi calon yang maju harus siap, termasuk secara finansial, karena olahraga tidak bisa hanya mengandalkan dana KONI,” tandasnya.
Sementara itu, Chrisman menambahkan, biaya pendaftaran tersebut digunakan untuk kebutuhan teknis pelaksanaan Musprovlub, termasuk Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan akomodasi peserta.
“Pertimbangannya untuk menutupi biaya pelaksanaan Musprovlub yang rencananya digelar di Swiss-Bel Palu. Semua ini sudah dikomunikasikan ke PB ISSI,” katanya.
Sekretaris Karateker Agustriono menambahkan, ISSI Sulteng memiliki 12 pengurus kabupaten dan 1 kota. Ia berharap dalam masa perpanjangan ini sudah ada calon yang mendaftar sehingga tahapan selanjutnya bisa segera dijalankan. (bar)

