Palu, sportz.id – Juru bicara Arfan salah satu Kandidat Calon Ketua Umum Ikatan Sport Sepeda (ISSI) Sulteng periode 2025 – 2029, menilai ISSI Sulteng maupun Steering Committee yg diketuai oleh Rusli, tidak beretika dalam menyampaikan keputusan menggugurkan 2 kandidat Caketum ISSI Sulteng dengan hanya melalui pesan singkat whatsapp (WA) tanpa ada surat resmi atau berita acara yang di tanda tangani oleh Steering Committee.
Menurut juru bicara kandidat Drs Arfan, Ronny, sebagaimana diberitakan bahwa kedua kandidat tidak bersyarat karena tidak sesuai dengan aturan yang ada di dalam AD/ART, sementara mereka sendiri juga sebagai SC tidak memahami dan melanggar AD/ART.
Sebelum pelaksanaan Musprov harusnya di adakan Rapat Kerja atau Raker untuk persiapan menuju Musyawarah Propinsi atau Musprov. Dan juga mestinya waktu pendaftaran Caketum ISSI itu harus 21 hari sesuai aturan yg berlaku bukan hanya 7 hari seperti yg disampaikan Tim Penjaringan dan penyaringan (TPP) dalam konferensi pers semalam (2/7/25).
“Kalau TPP mau buka pendaftaran harus sesuai AD/ART, itu harga mati tidak bisa di tawar” kata Ronny yang dikenal Ronny Roti.
“Kalau berbicara aturan, Ketum ISSI Pusat juga belum pernah sebelumnya menjadi pengurus ISSI, tetap beliau dipercaya untuk memimpin organisasi ini, begitu juga dengan Ketum ISSI Sulteng, belum pernah juga menjadi pengurus, tiba-tiba jadi Ketum, dan itu tetap Sah. “Panitia sepertinya menerapkan standar ganda dalam Musprov kali ini” tambah Ronny.

