Palu – Persatuan Gateball Seluruh Indonesia (Pergatsi) Sulawesi Tengah bersama Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Provinsi Sulteng menggelar Open Turnamen Gateball dalam rangka memeriahkan Hari Bakti PU ke-80. Turnamen resmi dibuka Kamis (27/11) di Lapangan Gateball Dinas Bina Marga.
Pembukaan turnamen dilakukan oleh Ketua Harian KONI Sulteng, Ifan Taufan. Dalam sambutannya Ketua KONI SUlteng M Fathur Razaq, Ifan yang akrab disapa Opan menambahkan bahwa gateball merupakan cabang unggulan nomor 1 di bawah pembinaan KONI Sulteng, dan pihaknya berkomitmen memperkuat dukungan agar cabang ini semakin kompetitif di level nasional.
“Turnamen ini bukan hanya ajang silaturahmi, tetapi sarana penting untuk meningkatkan keterampilan, mental bertanding, serta mematangkan strategi menuju event-event nasional,” ujar Opan.
Ia menegaskan bahwa persiapan menghadapi PON 2028 harus dimulai sejak sekarang melalui pembinaan atlet yang lebih terstruktur. Opan juga memaparkan bahwa ada lima pilar utama yang harus diperkuat dalam proses menuju prestasi, yakni program latihan berkelanjutan, peningkatan kualitas pelatih, pembinaan usia dini, pembentukan mental juara, serta sinergi antara pengurus, klub, dan pemerintah.
“Tidak ada prestasi tanpa disiplin. Tidak ada kemenangan tanpa persiapan yang matang,” tegasnya.
Ketua Panitia, Asbudianto, mengatakan turnamen ini merupakan agenda tahunan yang selalu ditunggu para pecinta gateball. Tahun ini antusiasme meningkat tajam dengan keikutsertaan 280 atlet dari berbagai daerah. Sebanyak 40 tim berlaga pada kategori beregu, sementara 64 tim bersaing pada kategori tripel.
Peserta bukan hanya dari kabupaten/kota di Sulteng seperti Palu, Buol, Parimo, Banggai, Sigi, dan Donggala, tetapi juga dari luar daerah. Kontingen dari Sulsel, Sulut, Sulbar, Gorontalo, DKI Jakarta, hingga Kaltim turut ambil bagian, menjadikan turnamen ini salah satu yang terbesar di kawasan timur Indonesia. Tahun sebelumnya, piala bergilir direbut tim Dewa Dewi dari Sulteng.
Turnamen dilaksanakan selama 27–30 November dan sekaligus menjadi ajang uji coba lapangan yang direncanakan akan menjadi venue resmi Festival Olahraga Rekreasi Nasional (Fornas) pada waktu mendatang.
Ketua Pergatsi Sulteng, Faidul Keteng, menegaskan bahwa open turnamen ini memiliki nilai lebih dari sekadar kompetisi. Ia menyebut kegiatan ini merupakan ruang silaturahmi para atlet, pelatih, dan komunitas olahraga gateball dari berbagai daerah.
“Turnamen ini menghadirkan atlet-atlet terbaik dari Sulteng maupun luar Sulteng. Kami ingin ajang ini menjadi wadah menumbuhkan hobi, meraih prestasi, sekaligus menegaskan pentingnya sportivitas. Menghormati lawan dan menjaga sikap jauh lebih bermakna dibanding sekadar mengejar kemenangan,” kata Faidul.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Sulteng Henri Kusuma Muhidin, Korip ESDM Sulteng Saleh, Kepala BPJN Sulteng Bambang Tazak, perwakilan BWSS, serta unsur lintas sektor yang memberikan dukungan penuh terhadap perkembangan gateball di Sulteng.
Turnamen ini menjadi momentum memperkuat eksistensi gateball sebagai olahraga yang semakin diminati, sekaligus meriahkan peringatan Hari Bakti PU ke-80 dengan spirit kebersamaan dan prestasi.

