KUDUS, sportz.id – Taekwondo Sulawesi Tengah (Sulteng) membuka perolehan medali di ajang PON Bela Diri 2025 dengan meraih perunggu pada nomor Poomsae Beregu Putra, Minggu (12/10), di Djarum Arena Kaliputu, Kudus, Jawa Tengah.
Medali tersebut dipersembahkan oleh trio taekwondoin Abdul Rahman Darwin, Moh. Rizal, dan Johansen Vicenzo Angtolis. Ketiganya harus puas menempati juara tiga bersama, meski belum mampu melampaui skor tim unggulan dari provinsi lain, khususnya Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Kategori Poomsae dipertandingkan tuntas hari pertama. Selanjutnya, kompetisi akan berlanjut ke kelas Kyorugi, di mana Sulteng juga menurunkan sejumlah atlet andalannya.
Pencapaian poomsae ini meleset dari ekspektasi.
Ketiga atlet ini punya rekam jejak prestasi di tingkat nasional. Abdul Rahman Darwin sebelumnya pernah meraih emas Individual Recognize PON 2021 Papua, sedangkan Rahman dan Johansen pernah mempersembahkan perak bersama Rafik Fitra PON 2021.
Sementara itu, di sektor putri, Zahwa Aliyah Safitri juga turun di nomor Individual Freestyle, puas dengan tangan kosong. Zahwa sebelumnya meraih perak PON 2024 yang diharapkan punya kans bisa masuk final.
Pelatih Poomsae Sulteng, Indriyani Ombuh, yang dihubungi Senin pagi mengatakan, para atlet sudah berjuang maksimal.
Menurut Indri pelatih yang pernah mengantar Sulteng meraih emas PON 2021 ini, PON bela diri ini untuk mengetahui sejauh mana perkembangan taekwondoin Sulteng serta peta kekuatan daerah lain.
“Ada waktu untuk persiapan yang lebih maksimal menuju PON 2028 nanti, harus semangat untuk Sulteng nambaso,” ujar Indri. (bar)

