Rakerprov VI IMI Sulteng, KONI Siapkan Program “Bapak Angkat” untuk Atlet Otomotif

PALU, sportz.id – Pengurus Provinsi Ikatan Motor Indonesia (IMI) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar Rapat Kerja Provinsi (Rakerprov) ke-VI di salah satu hotel di Kota Palu, Kamis (12/2/2026). Forum ini menjadi ajang evaluasi program sekaligus penyusunan arah pembinaan dan kompetisi otomotif sepanjang 2026.

Ketua IMI Sulawesi Tengah, Helmi Umar, dalam sambutannya menekankan pentingnya penguatan tata kelola organisasi, perlindungan atlet, serta konsistensi pembinaan prestasi.

Salah satu poin utama yang disampaikan yakni kerja sama IMI Sulteng dengan BPJS Ketenagakerjaan yang telah berjalan sejak akhir 2025. Kerja sama tersebut memberikan perlindungan menyeluruh bagi atlet, mekanik, dan pengurus IMI.

“Dunia otomotif sekarang sudah dianggap sebagai industri. Karena itu, atlet dan pengurus perlu jaminan perlindungan yang jelas. Kami mengimbau seluruh IMI kabupaten/kota segera menjalin kerja sama serupa di daerah masing-masing,” ujar Helmi.

Helmi juga menyampaikan hasil Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) IMI Pusat di Jakarta, salah satunya terkait perubahan masa jabatan pengurus yang dikembalikan menjadi empat tahun sesuai Undang-Undang Keolahragaan Nasional. Kebijakan itu akan mulai diterapkan pada kepengurusan berikutnya setelah masa bakti IMI Sulteng berakhir pada 2027.

Di bidang kompetisi, IMI Sulteng memastikan akan menggelar tiga Kejuaraan Nasional (Kejurnas) pada 2026, yakni balap motor, grasstrack, serta drag bike dan drag race. Kejurnas grasstrack direncanakan berlangsung di Kabupaten Buol, sementara drag bike dan drag race akan digelar di Kota Palu dengan tajuk Berani Drag Bike & Drag Race.

Selain Kejurnas, IMI Sulteng juga menyiapkan dua kejuaraan setingkat nasional, yakni Sulawesi Cup Race dan Drag Sulawesi, serta sejumlah event lokal yang dikemas dengan standar nasional.

Rakerprov turut menyinggung rencana pembangunan sirkuit drag bike di kawasan hutan kota Palu. Sirkuit tersebut dirancang sepanjang 500 meter dengan lebar 14 meter dan diharapkan menjadi fasilitas permanen untuk pembinaan atlet balap di daerah.

IMI Sulteng juga mendapat kepercayaan dari IMI Pusat untuk menyelenggarakan seminar dan ujian lisensi pada April 2026. Dengan demikian, pembalap dan ofisial tidak perlu lagi ke Jakarta untuk memperpanjang lisensi.

Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Sulawesi Tengah, H. Andi Nur B. Lamkarate, yang hadir mewakili Ketua KONI, menyampaikan bahwa IMI termasuk cabang olahraga unggulan di Sulteng. Ia mengungkapkan KONI tengah menyiapkan program “Bapak Angkat”, yakni pola pembinaan atlet melalui dukungan langsung dari perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di daerah.

“Pembiayaan atlet, pelatih, hingga try out akan langsung diberikan kepada atlet. KONI hanya melakukan monitoring prestasi,” jelas Andi Nur.

Ia juga mendorong IMI Sulteng untuk kembali menghidupkan IMI Award sebagai bentuk apresiasi kepada atlet dan insan otomotif berprestasi.

Rakerprov VI IMI Sulawesi Tengah diharapkan menghasilkan keputusan dan program kerja yang mampu memperkuat organisasi, meningkatkan prestasi atlet, serta mendorong kemajuan olahraga otomotif di daerah. (*/bar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *